BeritaKaltim.Co

Capai Target Herd Immunity, Kadinkes : Kita Bisa Capai 100 Persen

BERITAKALTIM.CO- Pencapaian target herd immunity di kota Balikpapan merupakan angka tertinggi di provinsi Kalimantan Timur. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Balikpapan, Andi Sri Juliarty.

Dio panggilan akrab Kadinkes mengatakan, pemerintah akan berusaha semaksimal mungkin untuk mencapai 100 persen vaksinasi, kendati secara target herd immunity hanya perlu pada angka 70 persen.

“Tentunya semua pemerintah ingin 100 persen warganya divaksin, walaupun nilai batas untuk herd immunity itu pada 70-80 persen gitu yah, tetapi kalau kita bisa mencapai 100 persen yah kita upayakan terus,” ucapnya kepada awak media, Rabu (3/11/2021).

Dio menyebutkan, sampai saat ini angka vaksinasi berada di 75,5 persen untuk dosis pertama dan 50,1 persen untuk dosis kedua.

Untuk ibu hamil vaksinasi terus berjalan dan tempat proses vaksinasi berbeda dengan pada umumnya, yang awalnya ditempatkan di sentra vaksinasi seperti di BSCC Dome, kini dialihkan ke tiga Rumah sakit.

“Kita menunjuk dan bekerja sama tiga rumah sakit untuk melayani vaksinasi ibu hamil di RSUD Beriman, kemudian di Rumah sakit Sayang Ibu dan di Rumah sakit Ibu Anak Asih. Tujuannya kenapa tidak di dome lagi agar sekaligus periksa hamilnya,” jelasnya.

Dengan tingginya tingkat pencapaian vaksinasi ini juga, salah satu sebagai indikator turunnya angka kasus covid-19 di Kota Balikpapan. Yang mana, sebulan ke belakang ini angka kematian berkurang drastis hingga beberapa dalam satu hari tidak ada kasus kematian.

“Karena kita ketahui tujuan vaksinasi adalah mencegah kita untuk tertular covid, kalaupun tertular tidak menjadi berat begitu, jadi saya kira ini semua saling berhubungan semua upaya dari hulu ke hilir ini menurunkan angka kematian covid. Semua selalu satu dijid yah, pernah juga nol kemarin nanti naik empat, mudah-mudahan bisa kembali nol nol terus,” paparnya.

Ditambahkannya, untuk vaksinasi anak usia 6-12 tahun, pihaknya masih menunggu surat perintah dari kementerian kesehatan. Kendati, Balai POM telah mengumumkan bahwa dalam penggunaan darurat sudah diizinkan.

“Ikatan dokter ahli anak juga sudah mengeluarkan edaran bahwa dibolehkan, tetapi untuk pelaksanaan tentunya kita menunggu surat edaran dari menteri kesehatan,” pungkasnya. #

Wartaw

Comments are closed.