BeritaKaltim.Co

Puluhan Mahasiswa Unjukrasa Suarakan 6 Tuntutan ke Wali kota Balikpapan

BERITAKALTIM.CO- Aliansi Peduli Balikpapan yang terdiri dari beberapa mahasiswa dari perguruan tinggi Kelompok Cipayung yakni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) dan BEM Sekolah Tinggi Teknologi Migas (STT Migas) Balikpapan menggelar aksi damai menyampaikan enam tuntutan.

Enam tuntutan yang disuarakan mahasiswa kepada Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud yakni mendesak pemerintah untuk segara menyelesaikan kasus banjir di Balikpapan, mendorong kepolisian mengusut tuntas kasus oknum yang melakukan akivitas tambang di Kota Balikpapan.

Mendesak Pemerintah Kota Balikpapan menaikan status Perwali Nomor 13 tahun 2013 menjadi Peraturan (perda) sebagai Kawasan Bebas Tambang Batu Bara menjadi Peraturan Daerah.

Mendesak Pemerintah Kota Balikpapan menaikan statsu SE Wali Kota Nomor 55 /2/0156/ Dishub untuk menjadi perda, mendesak Pemerintah Kota Balikpapan untuk menyelesaikan krisis air dan mendesak Pemerintah Kota Balikpapan untuk melakukan pemerataan pendistribusian air yang ada di Kota Balikpaan.

“Balikpapan sudah berusia 125 tahun namun banyak permasalahan kota yang belum terselesaikan,” ujar Kordinator Aliansi Peduli Balikpapan, Zukifli, di depan Kantor Wali Kota Balikpapan, Rabu (2/3/2022).

Setelah melakukan orasi secara bergantian, para perwakilan mahasiswa diterima langsung Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud bersama sejumlah pejabat Pemkot Balikpapan.

Zulkifli seusai audensi dengan pemerintah kota mengatakan, perwakilan mahasiswa memberikan banyak permasalahan yang dinilai mendesak untuk diselesaikan kepada Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud.

“Paling pokok ialah banjir dan krisis air bersih di Balikpapan. Kami memberikan tenggat waktu selama dua minggu. Pastinya akan kami kawal terus,” katanya.

Zulkifli menyampaikan, jika tidak kunjung ada perubahan, ia bersama aliansi nya akan kembali mendatangi Kantor Walikota Balikpapan dengan jumlah massa yang lebih besar.

Sementara itu, Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud mengatakan, sepanjang aspirasi yang disampaikan positif maka Pemkot Balikpapan akan menerima masukan tersebut.

Terkait permasalahan kota yang disuarakan para mahasiswa, Rahmad menyampaikan, permasalahan itu sebenarnya sudah dalam on progress.

“Seperti permasalahan banjir dengan perluasan dan pengerukan sungai ampal dan tambang. Jadi semuanya sudah ditangani,” katanya.

Rahmad mengatakan, penyampaian aspirasi para mahasiswa ini cukup bagus yang akan dijadikan control sosial dan evaluasi yang akan dilakukan terhadap Organisasi Perangkat Daerah (OPD). #

Wartawan: Thina

Comments are closed.