BERITAKALTIM.CO- Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kota Balikpapan versi Andre Afrizal, Minggu (27/3/2022) malam telah melakukan pelantikan.
Adanya pelantikan tersebut, DPD KNPI Musyawarah Daerah (Musda) Bersama berencana melakukan aksi demo terkait penolakan pelantikan KNPI versi Andre. dengan alasan tidak mempunyai Surat Keputusan (SK) Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham) Republik Indonesia.
Namun, KNPI Musda Bersama mengurungkan niatnya untuk melakukan aksi demo karena sudah melakukan mediasi dari Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan. “Niat itu kita urungkan dengan alasan demi kondusifitas Kota Balikpapan, demi kemaslatan masyarakat bersama, demi kepentingan khalayak yang lebih banyak,” jelas Ketua KNPI Balikpapan Galang Nusantara, kepada awak media, Minggu (27/3/2022) malam.
Selain itu juga, KNPI Musda Bersama sudah mengantongi kepastian dari Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan yang diwakili Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Balikpapan Muhaimin dan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Balikpapan Adwar Skenda Putra yang difasilitasi oleh Kasat Intel Polres Balikpapan, AKP Urdianta Asta Praja Batlayeri.
Adapun kepastian tersebut yakni KNPI Musda Bersama meminta supaya Pemkot harus bersikap netral, dana hibah agar tidak turun, supaya Pemkot tidak menghadiri pelantikan KNPI yang lainnya dan pengosongan Gedung Graha Pemuda KNPI Balikpapan.
“Alhamdulillah point 1-3 sudah dipenuhi sedangkan point nomor 4 itu akan dibahas dalam rapat Forkopimda karena dengan mempertimbangkan pandangan-pandangan dari unsur pimpinan lainnya,” terangnya.
Galang menyampaikan, Pemkot Balikpapan mengundang pengurus KNPI Musda Bersama bertemu Wali Kota Balikpapan H Rahmad Mas’ud, untuk membahas point kepastian yang belum disepakati oleh Pemkot Balikpapan, Senin (28/3/2022).
“Kita akan bahas Gedung Graha Pemuda, jangan dikuasai oleh sekumpulan orang yang mangatasnamakan KNPI. Kita minta Pemkot gedung graha pemuda dikosongkan termasuk gambar Ketua KNPI yang terpapang digedung untuk diturunkan,” ucapnya.
Apabila kepastian yang diminta KNPI Musda Bersama tidak di sepakati, maka KNPI Musda Bersama akan melakukan aksi yang jauh lebih besar dari saat ini. Sekitar 200 orang tergabung dalam aksi KNPI Musda Bersama yang berlangsung di Balikpapan Sport Convention Center (BSCC/DOME).
Sebenarnya, KNPI Musda Bersama tidak akan melakukan aksi demo tersebut jika surat yang dilayangkan kepada Pemkot Balikpapan itu di tanggapi. “Kita akan melakukan aksi yang jauh lebih besar,” serunya.
Seharusnya Pemkot Balikpapan cukup bijak menyikapinya, apalagi diketahui dua SK Kemenkumham diberikan kepada KNPI Musda Bersama dan bukan KNPI lainnya. Justru jika Pemkot Balikpapan berpihak akan merugikan seperti yang terjadi sore tadi (27/3/2022) aksi yang dilakukan KNPI Musda Bersama.
“Kenapa harus ada aksi seperti tadi baru bersikap. Ini kan miris. Seharusnya ini menjadi koreksi Pemkot. Bukan hanya KNPI saja, jangan sampai di Kota Balikpapan ada masalah yang akan menjadi besar baru pemerintah bersikap. Pemkot Balikpapan jangan seperti pemadam kebakaran, ada kebakaran api baru dipadamkan seharusnya bisa tindakan preventif,” tegas Galang. #
Wartawan: Thina
Comments are closed.