BeritaKaltim.Co

Diskominfo Kaltim Gelar Podcast Antihoaks Bersama KPID

BERITAKALTIM.CO– Berita palsu atau familiar dengan sebutan hoaks merupakan masalah serius yang marak terjadi, khususnya dalam penggunaan media sosial yang massif. Namun meskipun membahayakan, hoaks dapat diatasi dengan upaya dan komitmen bersama.

Hoaks bukan hanya digunakan sebagai senjata politik untuk menjatuhkan personal branding seseorang, tapi dapat memecah belah bangsa.

Hal itu mengemuka dalam acara podcast antihoaks yang digelar Dinas Kominfo Kaltim bekerjsama dengan Busam ID dan Gerakan Antihoaks Jurnalis Kaltim, Sabtu (9/4/2022).

Acara podcast selain menghadirkan Kepala Dinas Kominfo Kaltim Muhammad Faisal, Charles Siahaan, Ketua Gerakan Antihoaks Jurnalis Kaltim, serta perwakilan dari anggota KPID (Komisi Penyiaran Indonesia Daerah) Kaltim yang baru dilantik, yakni Irwansyah, Adji Novita Wida Vantina, Deddy Pratama dan Hendro Prasetyo.

Gelaran acara yang disiarkan melalui kanal Youtube BusamID dipandu oleh Ketua Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Kaltim, Tri Wahyuni dengan tema; Wajah Baru KPID Kaltim Melawan Hoaks, berlangsung di Kantor Dinas Kominfo Prov. Kaltim, Jalan Basuki Rahmat no 41 ruang WIEK.

Kepala Dinas Kominfo Kaltim Muhammad Faisal membuka dengan mengajak masyarakat memahami terlebih dulu apa itu hoaks. Kemudian bagaimana dampak dan berbahayanya berita-berita palsu yang beredar di masyarakat, sehingga Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kominfo begitu gigihnya berusaha berjuang melawan penyebaran berita-berita hoaks di berbagai plaform media.

“Sampai di daerah juga kami dinas kominfo kaltim beserta kabupeten dan kota semua bergerak mengerahkan tenaga agar masyarakat memahami mengenai bahaya hoaks,” tutur Faisal,

Strategi memerangi hoaks yang efektif, menurut Muhammad Faisal, adalah dengan melibatkan masyarakat disemua lini. Sebab hoaks ini jika hanya diperangim diibaratkan mati satu tumbuh seribu. Akan tumbuh terus, tidak ada habis-habisnya.

“Jadi strategi yang digunakan adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa dia sadar hoaks itu berbahaya, dia harus tahu bagaimana cara mengatasi hoaks. Kalau ada berita-berita aneh untuk tidak saling menshare (tidak saling berbagi) dan tidak langsung percaya dengan sebuah berita. Ketika menerima informasi, paham untuk melakukan cek and ricek terlebih dahulu,” tegas Faisal.

Jajaran KPID Kaltim merespon keterlibatan mereka dalam ikut memerangi hoaks. Sebagai komisioner yang punya wewenang dalam perizinan dan pengawasan lembaga penyiaran dan konten-kontenya, KPID bertekad untuk mengajak semua pengelola stasiun televisi maupun radio untuk menyiapkan space untuk sosialiasi tentang bahaya hoaks. #

Editor: wong

Comments are closed.