BeritaKaltim.Co

Napak Tilas Bung Karno, Presiden RI Pertama di Kabupaten Ende

BERITAKALTIM.CO- Terik matahari masih begitu panasnya. Di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa (31/5/2022), pukul 13.30 WIB, Presiden bersama Ibu Iriana Joko Widodo terlihat menuju pesawat RJ-85 yang akan membawanya terbang ke Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Presiden ke-7 Indonesia itu mengenakan kemeja putih dan celana hitam. Senada dengan Ibu Negara Iriana yang juga mengenakan putih-hitam.

Tapi ada yang menarik dari yang dikenakan Iriana. Yaitu sepatu kets berwarna merah, sehingga saat fotonya ditampilkan di media sosial seperti twitter dan instagram, warganet langsung menyambar. Salah fokus.

“Sepatu ibu negara keren. Merek apa ya??” komentar salah seorang netizen.

Presiden terbang menuju Bandar Udara Haji Hasan Aroeboesman Ende, Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam rangka kunjungan kerja. Presiden menghadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2022, di Lapangan Pancasila Ende, Kabupaten Ende.

Dalam rombongan Presiden ada Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI M. Tonny Harjono, Komandan Paspampres Mayjen TNI Tri Budi Utomo, serta Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin.

Dari agenda Presiden yang beredar dalam pemberitaan, nampak ada agenda-agenda untuk mengunjungi tempat-tempat bersejarah yang pernah menjadi rumah Bung Karno saat diasingkan di Kabupaten Ende. Juga ke Taman Renungan Bung Karno, yang disebut-sebut sebagai tempat di mana Bung Karno mendapatkan inspirasi tentang Pancasila yang kemudian diusulkan menjadi dasar bagi negara Indonesia merdeka.

Ada juga kunjungan Rumah Tenun Ende, Kabupaten Ende, untuk menerima penganugerahan gelar tua adat Ende. Mengunjungi Serambi Bung Karno di Gereja Katedral Kristus Raja, mengunjungi Pasar Mbongawani, kemudian melanjutkan perjalanan menuju Bandara Haji Hasan Aroeboesman Ende dan naik helikopter menuju Kabupaten Ngada, Provinsi NTT.

Setibanya di Bandar Udara Soa Bajawa, Kabupaten Ngada, Presiden langsung menuju Pasar Bobou untuk menyerahkan bantuan sosial. Di Kabupaten Ngada, Presiden juga diagendakan untuk meninjau Kampus Bambu Turetogo.

Berikut kumpulan berita perjalanan Presiden ke Nusa Tenggara Timur (NTT).


Rumah Pengasingan Bung Karno, Awal Lahirnya Pancasila

Di sana, Presiden dan Ibu Iriana berkesempatan melihat berbagai macam barang-barang peninggalan Bung Karno bersama keluarga selama diasingkan, seperti lukisan tangan Bung Karno dan naskah drama sandiwara yang terukir kesan mendalam akan nilai persahabatan, kerakyatan, dan cintanya terhadap alam.

Presiden Joko Widodo beserta Ibu Iriana Joko Widodo berkunjung ke Rumah Pengasingan Bung Karno di Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Rabu, 1 Juni 2022. Foto: BPMI Setpres.

PRESIDEN Joko Widodo beserta Ibu Iriana Joko Widodo berkunjung ke Rumah Pengasingan Bung Karno di Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Rabu, 1 Juni 2022.

Pagi hari di bumi lahirnya Pancasila, Presiden Joko Widodo beserta Ibu Iriana Joko Widodo berkunjung ke salah satu tempat yang menjadi bagian dari sejarah perjalanan bangsa Indonesia, yaitu Rumah Pengasingan Bung Karno di Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Rabu, 1 Juni 2022.

Jejak perjuangan Bung Karno masih terlukis jelas di rumah tersebut. Di sana, Presiden dan Ibu Iriana berkesempatan melihat berbagai macam barang-barang peninggalan Bung Karno bersama keluarga selama diasingkan, seperti lukisan tangan Bung Karno dan naskah drama sandiwara yang terukir kesan mendalam akan nilai persahabatan, kerakyatan, dan cintanya terhadap alam.

Seorang Juru Pelihara tempat bersejarah tersebut, Syarifudin, mengatakan bahwa Rumah Pengasingan Bung Karno telah terkenal sampai ke luar negeri. Ia pun mengaku senang dan bersyukur atas kunjungan Kepala Negara ke Rumah Pengasingan Bung Karno tepat di hari lahir Pancasila yang dinilai sangat berharga.

“Saya rasa bangga pada tahun 2022 hari ini juga tepatnya 1 Juni lahirnya Pancasila Bapak Presiden Joko Widodo sudah berkenan hadir di acara lahirnya Pancasila, di bumi lahirnya Pancasila, dan sempat berkunjung ke rumah Presiden pertama kita yaitu Ir. Soekarno, saya rasa bangga, senang, dan terharu,” ucap Syarifudin penuh haru.

Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi menjelaskan bahwa saat diasingkan, Bung Karno pernah menyebut tempat ini sebagai “ujung dunia”, di mana pada waktu itu tidak pernah terbayangkan bangsa Indonesia dapat merdeka. Namun dengan jiwa cinta Tanah Air yang sangat besar, Bung Karno mampu mengubah situasi tersebut menjadi semangat dalam memerdekakan Tanah Air.

“Di situlah beliau (Bung Karno) bisa memanfaatkan dari situasi yang sangat menekan itu menjadi semangat pembebas lebih lanjut. Oleh karena itu, Ende ini menjadi salah satu titik utama dalam perjalanan Bung Karno, Pancasila, dan akhirnya kemerdekaan,” ucap Kepala BPIP.

Turut mendampingi Presiden dan Ibu Iriana dalam kunjungannya antara lain Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Gubernur NTT Viktor Laiskodat. (BPMI Setpres)

—————————————————————————————-

Kunjungi Taman Renungan Bung Karno

Menurut pengakuan Bung Karno dalam otobiografinya, tempat yang saat ini menjadi Taman Renungan Bung Karno adalah tempat di mana Bung Karno mendapatkan inspirasi tentang Pancasila yang kemudian diusulkan menjadi dasar bagi negara Indonesia merdeka.

 

Presiden Joko Widodo beserta Ibu Iriana Joko Widodo mengunjungi Taman Renungan Bung Karno, di Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur, pada Rabu, 1 Juni 2022. Foto: BPMI Setpres

PRESIDEN Joko Widodo beserta Ibu Iriana Joko Widodo mengunjungi Taman Renungan Bung Karno, di Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur, pada Rabu, 1 Juni 2022.

Selepas memimpin jalannya Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2022 di Lapangan Pancasila, Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur, pada Rabu, 1 Juni 2022, Presiden Joko Widodo beserta Ibu Iriana Joko Widodo mengunjungi Taman Renungan Bung Karno.

Dalam sejarahnya, masa pengasingan Bung Karno di Ende berlangsung dari tanggal 14 Januari 1934 sampai dengan 18 Oktober 1938. Selama menjalani masa pengasingan, Bung Karno banyak menghabiskan waktunya untuk melakukan perenungan tepat di bawah pohon sukun bercabang lima yang ada di taman tersebut.

Menurut pengakuan Bung Karno dalam otobiografinya, tempat yang saat ini menjadi Taman Renungan Bung Karno adalah tempat di mana Bung Karno mendapatkan inspirasi tentang Pancasila yang kemudian diusulkan menjadi dasar bagi negara Indonesia merdeka.

“Ketika Bung Karno kembali ke Ende setelah dibuang kembali ke Bengkulu, 12 tahun setelah itu beliau datang kembali ke Ende sebagai seorang Presiden Republik Indonesia dan di hadapan ribuan penduduk Ende ketika itu beliau mengungkapkan bahwa ‘Di kota ini aku temukan lima butir mutiara dan di bawah pohon sukun ini kurenungkan nilai-nilai luhur Pancasila’,” ujar Noncent W. Noi, penutur yang menjelaskan kepada Presiden Jokowi.

Bung Karno saat itu juga berpesan bahwa apabila di suatu masa pohon sukun tersebut mati, hendaklah ditanam kembali dengan pohon sukun yang baru. Dalam sejarahnya, pohon sukun yang pertama itu mati pada tahun 1972. Pemerintah ketika itu sudah mencoba untuk menanam, tetapi tidak tumbuh.

Selanjutnya, pada masa kepemimpinan Bupati Ende periode 1973-1983, Herman Joseph Gadi Djou, ia meminta kepada sahabat-sahabat Bung Karno yang masih hidup ketika itu untuk menanam kembali pohon sukun tersebut. Peristiwa penanaman kembali itu terjadi pada tanggal 17 Agustus 1980 dan pohon sukun itu pun tumbuh hingga saat ini.

“Uniknya, Bapak Presiden, pohon sukun ini tumbuh dengan lima cabang. Bagi orang Ende, Bapak Presiden, ini membuktikan bahwa Ende memang benar-benar rahimnya Pancasila,” ungkapnya.

Turut hadir dalam peninjauan Taman Renungan Bung Karno antara lain Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa, Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Laiskodat, serta Bupati Ende Djafar Achmad. (BPMI Setpres)

———————————————————————————————-

Mengenang Kehangatan Dua Sahabat Bung Karno

Di rumah biara tersebut, tokoh muda pejuang kemerdekaan Indonesia Soekarno, yang kemudian akrab disapa Bung Karno, selama masa pembuangannya di Ende pada 14 Januari 1934-18 Oktober 1938, telah mengisi waktu untuk membaca berbagai buku dan majalah.

Presiden Joko Widodo dan Ibu Iriana Joko Widodo meninjau Serambi Soekarno di Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur, pada Rabu, 1 Juni 2022. Foto: BPMI Setpres

PRESIDEN Joko Widodo dan Ibu Iriana Joko Widodo meninjau tempat bersejarah lainnya di Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur, yakni Serambi Soekarno, pada Rabu, 1 Juni 2022. Serambi Soekarno tersebut terletak di Rumah Biara Santo Yosef.

Dalam sejarahnya, sebagaimana tertulis dalam prasasti di tempat tersebut, di rumah biara tersebut tokoh muda pejuang kemerdekaan Indonesia Soekarno, yang kemudian akrab disapa Bung Karno, selama masa pembuangannya di Ende pada 14 Januari 1934-18 Oktober 1938, telah mengisi waktu untuk membaca berbagai buku dan majalah.

Selain itu, Bung Karno juga berkonsultasi tentang rencana dan jadwal pementasan tonil hasil karyanya, serta kerap bertukar pikiran dan berbincang-bincang akrab dengan para biarawan, khususnya dua misionaris asal Belanda, Pater Geradus Huijtink dan Pater Joannes Bouma. Keduanya diketahui menaruh simpati pada cita-cita perjuangan Bung Karno.

“Sebagai teman diskusi, lalu meminjam buku pada pastor. Sampai-sampai kalau pastor berhalangan, kunci kamarnya diserahkan kepada Soekarno,” ujar Uskup Agung Keuskupan Agung Ende, Mgr. Vincentius Sensi Potokota, yang memberikan penjelasan saat Presiden melakukan peninjauan.

Keakraban dan persahabatan Bung Karno dengan kedua biarawan tersebut juga tampak pada sebuah lukisan di mana ketiganya digambarkan sedang berbincang sambil berjalan. Menurut Vincentius, kedua biarawan tersebut sangat menghormati Bung Karno, dan memanggilnya dengan sapaan “Tuan Presiden” bahkan sebelum Bung Karno menjadi Presiden Republik Indonesia.

“Keduanya kalau jalan dengan Soekarno, tahun 1930-an, itu selalu menyapa Soekarno dengan ‘Tuan Presiden’, ‘Bapak jalan sebelah kanan karena Bapak Tuan Presiden,’” ungkapnya menirukan dialog para biarawan dengan Bung Karno.

Serambi Soekarno sendiri diresmikan pada 14 Januari 2019 lalu, bertepatan dengan momen mengenang 85 tahun Bung Karno menginjakkan kaki untuk pertama kalinya di Ende sebagai tempat pengasingannya. Dari pengasingannya di Ende, lahirlah pemikiran-pemikiran Bung Karno yang kemudian menjadi dasar negara Indonesia yakni Pancasila. (BPMI Setpres)

==========================================================

Antusiasme Tinggi Warga Ende Saat Presiden Jokowi Kunjungi Pasar Mbongawani

Saat tiba di pasar sekitar pukul 10.00 WITA, Kepala Negara masih tampak berbalut busana adat Ende, selepas mengikuti serangkaian peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2022.

 

Presiden Joko Widodo dan Ibu Iriana Joko Widodo mengunjungi Pasar Mbongawani, Kabupaten Ende, pada Rabu, 1 Juni 2022. Foto: BPMI Setpres

PAGI menjelang siang itu, Rabu, 1 Juni 2022, Pasar Mbongawani di Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur, tampak lebih ramai dari biasanya. Tak hanya dipenuhi penjual dan pembeli, Pasar Mbongawani dipenuhi oleh masyarakat umum yang sangat antusias untuk melihat kedatangan Presiden Joko Widodo dan Ibu Iriana Joko Widodo.

Saat tiba di pasar sekitar pukul 10.00 WITA, Kepala Negara masih tampak berbalut busana adat Ende, selepas mengikuti serangkaian peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2022. Riuh suara masyarakat turut menyambut kehadiran Presiden beserta Ibu Iriana yang hadir di Pasar Mbongawani untuk memberikan sejumlah bantuan sosial bagi masyarakat penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) dan para pedagang.

Selain memberikan bantuan sosial, Presiden dan Ibu Iriana juga sempat mampir di lapak milik salah seorang pedagang di pasar tersebut yang bernama Sofia untuk membeli lima gelas cabai Ende. “Berapa?” tanya Presiden. “Rp5.000 Pak, satu gelas,” jawab Sofia.

Pedagang cabai itu pun tersenyum bahagia ketika Presiden memberikan beberapa lembar uang lebih kepadanya. “Alhamdulillah,” ucapnya bersyukur.

Tak hanya para pedagang, antusiasme yang sangat tinggi juga dirasakan masyarakat Kabupaten Ende untuk bertemu Presiden Jokowi. Salah satu warga, Perdinasidah, tidak menyangka akan dipanggil Presiden ketika berdiri bersama warga lain di sisi pasar.

“Terima kasih banyak Bapak, Ibu. Terima kasih banyak. Semoga Bapak panjang umur, saya juga panjang umur, ketemu dengan Bapak di sini, di Ende, Flores ini. Doa banyak supaya umur panjang bisa ketemu lagi. Terima kasih banyak Tuhan,” ucap Perdinasidah.

Bupati Ende Djafar Achmad dalam keterangan terpisah juga mengatakan bahwa kehadiran Presiden Jokowi sangat dinantikan oleh masyarakat Ende sejak beberapa hari lalu. Ia pun bersyukur, Presiden Jokowi dapat hadir dan bertemu masyarakat di bumi lahirnya Pancasila tersebut.

“Berterima kasih kepada Bapak Presiden yang sudi menginjakkan kakinya di rahimnya Pancasila ini. Jadi antusiasme itu saya tidak bisa berkata-kata lagi dengan kata-kata lagi yang maksimal kecuali bersyukur kepada Tuhan Yang Mahakuasa,” ucap Djafar Achmad.

Turut mendampingi Presiden dan Ibu Iriana adalah Menteri Sosial Tri Rismaharini, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Gubernur NTT Viktor Laiskodat, dan Bupati Ende Djafar Achmad. (BPMI Setpres)
===========================

Warga Ngada NTT untuk Pertama Kali Kedatangan Presiden

Ketika berjalan menuju ruang tunggu utama bandara, tarian Selamat Datang “Ja’i Bajawa” menyambut kehadiran Presiden dan Ibu Iriana.

SETELAH menjalani penerbangan selama 30 menit dari Bandar Udara Haji Hasan Aroeboesman Ende, Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan menggunakan Helikopter Kepresidenan, Presiden Joko Widodo dan Ibu Iriana Joko Widodo tiba di Bandar Udara Soa Bajawa, Kabupaten Ngada, Rabu 1 Juni 2022 pukul 12.05 WITA.

Di sini Presiden dan Ibu Iriana disambut Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi dan Bupati Ngada Andreas Paru. Ketika berjalan menuju ruang tunggu utama bandara, tarian Selamat Datang “Ja’i Bajawa” menyambut kehadiran Presiden dan Ibu Iriana.

Saat akan memasuki kendaran untuk memulai kegiatan di Kabupaten Ngada, Presiden dan Ibu Iriana yang telah mengenakan baju adat Bejawa, menyapa warga dan berfoto.

Bagi masyarakat kehadiran Presiden Jokowi terasa istimewa, karena untuk pertama kalinya Presiden Republik Indonesia hadir mengunjungi Kabupaten Ngada.

Tidaklah heran, sepanjang jalan menuju menuju Pasar Bobou, Bajawa, Kabupaten Ngada banyak masyarakat menyambut Presiden dan Ibu Iriana.

Di Kabupaten Ngada, Presiden Jokowi menyerahkan sejumlah bantuan sosial di Pasar Bobou dan meninjau Kampus Bambu Turetogo. (BPMI Setpres)

====================================

Presiden Jokowi Dianugerahi Gelar Adat ‘Mosalaki Ulu Beu Eko Bewa’

Kedatangan Kepala Negara yang didampingi Ibu Iriana Joko Widodo disambut ‘Tari Woge’ yang memiliki makna untuk menyambut kemenangan perang.

 

Presiden Joko Widodo berkunjung ke Rumah Tenun Ende usai memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila, pada Rabu, 1 Juni 2022. Foto: BPMI Setpres

PRESIDEN Joko Widodo berkunjung ke Rumah Tenun Ende usai memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila, pada Rabu, 1 Juni 2022. Kedatangan Kepala Negara yang didampingi Ibu Iriana Joko Widodo disambut ‘Tari Woge’ yang memiliki makna untuk menyambut kemenangan perang.

Dalam Tari Woge tersebut, para penari membawa tombak dan parang sebagai simbol kemenangan perang. Para penari juga diiringi seni musik ‘Nggo Lamba’ yang biasa dimainkan untuk menyambut kedatangan tamu serta acara adat.

Selain disambut Tari Woge, Presiden dan Ibu Iriana juga disambut dengan sapaan adat oleh budayawan Albertus Bisa. Presiden juga mendapatkan penyematan pakaian adat berupa Rembi yang merupakan tas adat yang biasa digunakan Mosalaki (ketua adat) untuk menaruh beberapa benda adat.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi mendapatkan penganugerahan gelar adat ‘Mosalaki Ulu Beu Eko Bewa’ yang memiliki makna pemimpin wilayah seluruh Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Setelah mendapatkan gelar adat, Presiden dan Ibu Iriana turut menyaksikan Bupati Ende memutari Tubu Kanga (pusara adat) sebanyak 4 kali yang memiliki arti penyatuan dengan alam (tanah, air, api, dan angin).

Presiden dan Ibu Iriana juga menyempatkan diri melihat dan menyapa pengrajin tenun yang sedang bertenun. Presiden Jokowi pun menyampaikan apresiasinya atas sambutan yang hangat yang telah diberikan masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya masyarakat Ende, dalam kunjungannya kali ini.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada masyarakat NTT, khususnya masyarakat Ende, yang telah menerima saya, Bu Iriana, dan seluruh rombongan sejak awal datang sampai sekarang diterima dengan penuh kehangatan,” ucap Presiden.

Presiden meyakini kehangatan yang dimiliki masyarakat Ende juga pernah dirasakan Bung Karno sehingga dapat melahirkan pemikiran dan renungan-renungan tentang Pancasila.

“Inilah yang menurut saya kenapa Bung Karno memiliki pemikiran dan renungan-renungan mengenai Pancasila yang dimulai dari Ende. Karena saya merasa beliau berada dalam sebuah kehangatan masyarakat yang selalu dekat dengan pemimpinnya,” tandasnya.

Turut mendampingi Presiden dan Ibu Iriana dalam acara tersebut adalah Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Laiskodat, serta Bupati Ende Djafar Achmad. (BPMI Setpres)

=====================================

Dari Ende, Presiden Ajak Seluruh Anak Bangsa Bumikan Pancasila

Kepala Negara menjelaskan bahwa selain sebagai pemersatu, Pancasila juga telah menjadi bintang penuntun ketika bangsa Indonesia menghadapi tantangan dan ujian.

 

Presiden Joko Widodo menjadi inspektur upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2022 yang digelar di Lapangan Pancasila, Kabupaten Ende, Rabu, 1 Juni 2022. Foto: BPMI Setpres

PRESIDEN Joko Widodo menjadi inspektur upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2022 yang digelar di Lapangan Pancasila, Kabupaten Ende, Rabu, 1 Juni 2022.

Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap tanggal 1 Juni, pada tahun ini dilakukan dari Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Dari kota bersejarah tersebut, Bung Karno sang proklamator kemerdekaan merenungkan dan merumuskan Pancasila yang kemudian disahkan sebagai dasar negara Indonesia.

Dalam amanatnya saat menjadi inspektur upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2022 yang digelar di Lapangan Pancasila, Kabupaten Ende, Rabu, 1 Juni 2022, Presiden Joko Widodo mengajak semua komponen bangsa untuk membumikan Pancasila.

“Dari kota Ende, saya mengajak seluruh anak-anak bangsa di manapun berada untuk bersama-sama membumikan Pancasila, mengaktualisasikan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” ujar Presiden.

Kepala Negara menjelaskan bahwa selain sebagai pemersatu, Pancasila juga telah menjadi bintang penuntun ketika bangsa Indonesia menghadapi tantangan dan ujian. Menurutnya, hal tersebut sudah dibuktikan berkali-kali dalam perjalanan sejarah bahwa bangsa dan negara Indonesia yang bisa tetap berdiri kokoh, menjadi negara yang kuat karena semua sepakat untuk berlandaskan pada Pancasila.

“Tapi, saya selalu ingatkan, kita harus betul-betul menghayati Pancasila, mengamalkan Pancasila dan memperjuangkan Pancasila. Kita wujudkan dalam sistem kemasyarakatan, kebangsaan, dan kenegaraan kita. Kita implementasikan dalam tata kelola pemerintahan dan juga menjiwai interaksi antarsesama anak bangsa,” jelasnya.

“Inilah tugas kita bersama, tugas seluruh komponen bangsa menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang bekerja, yang dirasakan kehadirannya, dirasakan manfaatnya oleh seluruh tumpah darah Indonesia,” lanjutnya.

Saat ini, dunia masih bergejolak karena pandemi Covid-19 yang belum sepenuhnya berakhir dan diikuti oleh krisis energi dan pangan, serta ancaman kemiskinan ekstrem dan kelaparan. Sebagai pemegang mandat presidensi G20, Presiden Jokowi mengajak seluruh negara maju di dunia, bergotong royong menciptakan kehidupan umat manusia yang lebih baik.

“Membangun sistem kesehatan yang mampu menghadapi krisis di masa depan, serta mengawal transisi menuju energi baru dan terbarukan untuk masa depan dunia yang berkelanjutan, dengan tata kelola dunia yang lebih sehat, lebih damai, lebih berperikemanusiaan dan lebih berperi-keadilan,” ungkapnya.

Di akhir amanatnya, Presiden mengajak seluruh pemimpin bangsa terutama para pejabat pemerintahan, tokoh agama, tokoh masyarakat, para pendidik, pemimpin partai politik, tokoh ormas, dan para pemimpin lainnya, untuk menjadi teladan dan contoh dalam aktualisasi nilai-nilai Pancasila.

“Mengajak seluruh rakyat untuk bergerak aktif memperkokoh nilai-nilai Pancasila dalam mewujudkan Indonesia Maju, mewujudkan cita-cita proklamasi kemerdekaan,” tandasnya. (BPMI Setpres)

======================================================

Kenakan Pakaian Adat Ende, Presiden Pimpin Upacara Harlah Pancasila

Tampak Presiden mengenakan pakaian adat Ende bernama Ragi Lambu Luka Lesu, dengan kain motif perpaduan warna merah dan hitam, sedangkan Ibu Iriana mengenakan perpaduan kain motif berwarna coklat dan ungu tua.

 

Presiden Joko Widodo menjadi inspektur upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2022 yang digelar di Lapangan Pancasila, Kabupaten Ende, Rabu, 1 Juni 2022. Foto: BPMI Setpre

PRESIDEN Joko Widodo bertindak selaku inspektur upacara pada Upacara Peringatan Hari Kelahiran Pancasila Tahun 2022 di Lapangan Pancasila, Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur, pada Rabu, 1 Juni 2022.

Presiden beserta Ibu Iriana Joko Widodo tiba di lapangan upacara sekitar pukul 07.50 WITA. Tampak Presiden mengenakan pakaian adat Ende bernama Ragi Lambu Luka Lesu, dengan kain motif perpaduan warna merah dan hitam, sedangkan Ibu Iriana mengenakan perpaduan kain motif berwarna coklat dan ungu tua.

Tepat pukul 08.00 WITA rangkaian upacara dimulai. Berperan selaku komandan upacara yaitu Kolonel Inf. Tunjung Setyabudi. Pria kelahiran Solo, 3 Agustus 1977 merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1998 dan saat ini menjabat sebagai Komandan Brigade Infanteri 21/Komodo, Kodam IX/Udayana.

Sementara itu, berperan sebagai perwira upacara ialah Brigjen TNI Harfendi yang lahir di Bukit Tinggi, 12 Mei 1967 dan merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1989. Saat ini, Brigjen TNI Harfendi menjabat sebagai Kepala Staf Kodam IX/Udayana.

Dalam upacara kali ini, Ketua MPR Bambang Soesatyo berperan untuk membacakan teks Pancasila, sedangkan Wakil Ketua DPR RI Bidang Politik dan Keamanan Lodewijk Freidrich Paulus membacakan teks pembukaan UUD 1945. Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy memimpin pembacaan doa selepas pemberian amanat oleh inspektur upacara.

Tampak hadir mengikuti upacara Ketua MK Anwar Usman, Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Sosial Tri Risma Harini, Menteri ESDM Arifin Tasrif, dan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi.

Turut hadir pula Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Anggota Komisi VII DPR RI Herman Heri, Gubernur Lemhannas Andi Widjajanto, Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Laiskodat, serta Bupati Ende Djafar Achmad. (BPMI Setpres)

======================================

Sebelum Beraktivitas, Presiden Menyapa Warga Ende

PUKUL 07.05 WITA, Presiden yang mengenakan pakaian Ragi Lambu Luka Lesu dengan kain motif perpaduan warna merah dan hitam yang merupakan pakaian adat Ende, sementara Ibu Iriana yang mengenakan perpaduan kain motif berwarna coklat dan ungu tua, menyapa warga.

Saat akan berangkat menuju Rumah Pengasingan Bung Karno di Kabupaten Ende, Rabu, 1 Juni 2022, Presiden Joko Widodo dan Ibu Iriana Joko Widodo menyapa dan berfoto bersama warga yang telah menantikan sejak pukul 05.30 WITA.

Pukul 07.05 WITA, Presiden yang mengenakan pakaian Ragi Lambu Luka Lesu dengan kain motif perpaduan warna merah dan hitam yang merupakan pakaian adat Ende, sementara Ibu Iriana yang mengenakan perpaduan kain motif berwarna coklat dan ungu tua, menyapa warga.

“Terima kasih, terima kasih,” ucap Presiden menjawab teriakan warga yang memanggil dirinya.

“Sini foto,” ucap Ibu Iriana memanggil seorang anak, yang kemudian diambil foto oleh ibunya.

Pukul 07.25 WITA, Presiden dan Ibu Iriana bersama rombongan berangkat menuju Rumah Pengasingan Bung Karno, Kabupaten Ende. (BPMI Setpres)

Editor: wong

Comments are closed.