BeritaKaltim.Co

Setelah PWI, Muncul Koalisi Pendukung Kebebasan Pers Tanggapi Kasus Ibrahim Kaltim Today

BERITAKALTIM.CO- Berita media massa tentang kolam renang, ruang sauna dan fitnes di rumah dinas pejabat Samarinda masih menjadi perhatian kalangan pers dan aktifis. Setelah PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Kaltim mengirimkan rilis keprihatinan, pernyataan lainnya datang dari Koalisi Pendukung Kebebasan Pers Kalimantan Timur.

Koalisi ini terdiri dari gabungan organisasi, yakni AJI (Aliansi Jurnalis Independen) Samarinda, LBH (Lembaga Bantuan Hukum) Samarinda, Pokja 30, Forum Jurnalis Bontang dan AJI Balikpapan.

Kasusnya muncul bermula dari turunnya berita-berita mengenai proyek penambahan fasilitas kolam renang, ruang sauna dan fitnes di rumah dinas pejabat itu. Setidaknya ada 4 atau 5 media online memberitakan, salah satu diantaranya adalah Kaltim Today.

Setelah turun berita pertama, Wartawan Kaltim Today berusaha melakukan pengembangan berita dengan mewawancarai pejabat yang paling berkompeten di kota itu. Hasil wawancara yang direkam tersebut kemudian ditulis secara utuh.

Setelah berita itu muncul dan ternyata viral mengundang perhatian publik, tiba-tiba wartawan Kaltim Today bernama Ibrahim yang mewawancarai pejabat itu, ‘diserang’ oleh beberapa pemberitaan media online. Dalam rilis yang disebar oleh koalisi pendukung kebebasan pers, disebutkan nama-nama media online yang menyerang Ibrahim.

Setelah serangan terhadap Ibrahim muncul, berita Kaltim Today yang viral mengenai wawancara tentang kolam renang, ruang sauna dan fitnes, hilang dari web. Saat diklik, beritanya menunjukkan angka 404. Dalam dunia teknologi informasi terutama internet, istilah Error 404 not found artinya sebuah website tidak bisa dibuka.

Sebelumnya, beberapa media online yang memberitakan tentang kolam renang, ruang sauna dan fitnes juga sudah tidak bisa dibuka beritanya.

“Entah apa alasannya, berita-berita yang berkaitan dengan polemik tersebut, saat rilis ini ditulis, sudah di-takedown,” begitu tertera dalam rilis berita koalisi.

Tidak lama setelah aksi takedown Kaltim Today, media-media kontra yang menyerang personal Ibrahim juga mentakedown berita-beritanya.

PERNYATAAN PWI KALTIM

Sehari sebelumnya, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kaltim, Endro S. Efendi didampingi Wakil Ketua Bidang Pembelaan Wartawan Abdurrahman Amin, menerbitkan statemen yang meminta semua pihak menghentikan segala bentuk “serangan” kepada wartawan sebagai pekerja pers maupun media sebagai lembaga pers.

Endro mengatakan, pers adalah pilar keempat demokrasi. Ibarat kaki kursi, pers harus ikut menopang keberadaan kursi itu.

“Tapi kalau kaki keempat kursi ini dipotong, ya bisa dibayangkan akan mudah jatuh. Karena itu, posisi pers adalah mitra sejajar. Sehingga harus dimaknai sebagai kemitraan yang sama-sama bertanggung jawab, bukan memegang kendali satu sama lain,” ucap Endro dalam rilis yang diterima beritakaltim.

Endro mengingatkan kembali masyarakat pers di Benua Etam akan perannya dalam bernegara. Endro tak memungkiri, akhir-akhir ini terjadi upaya intimidasi, pembungkaman secara terstruktur, hingga bentuk kriminalisasi yang dialami para pekerja pers secara personal, maupun perusahaan media secara kelembagaan.

“Upaya-upaya itu mencederai semangat kemerdekaan pers,” urainya dalam rilis resminya PWI, Selasa (7/6/2022). #

Wartawan: Heriman
Editor: charle

Comments are closed.