BERITAKALTIM.CO- Kepala Desa Bakungan, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara, Arludiansyah, mengakui daerah termasuk dikepung oleh operasional tambang. Persoalannya, dari sisi positif terlihat adanya pertumbuhan ekonomi, tapi sisi lainnya adalah menurunnya kualitas lingkungan.
Hal tersebut diutarakan Arludiansyah dalam perbincangan dengan Wartawan Beritakaltim.co, baru-baru ini. Menurutnya, kini yang terjadi di desanya adalah mengecilnya luasan lahan untuk pertanian dan perkebunan.
“Yang paling menonjol adalah berkurangnya lahan untuk pertanian. Karena ditambang oleh perusahaan, terutama batu bara,” ucapnya.
Karena lahan-lahan pertanian memiliki cadangan sumber daya pertambangan, banyak petani yang melepaskan lahannya kepada pengusaha tambang. Akhirnya petani tidak lagi punya lahan tani, padahal selama ini dia bergantung hidup dari hasil tani.
Kepala Desa Arludiansyah menyontohkan Dusun Tepian Manggis, yang kini sudah berubah. Dulu Dusun Tepian Manggis adalah lumbung pangan, namun sekarang seiring dengan perubahan zaman sudah banyak yang tergarap lagi.
Tidak hanya tidak tergarap untuk pertanian, Dusun Tepian Manggis sekarang mengalami penurunan kualitas lingkungan, karena terjadi abrasi dan kebanjiran.
“Termasuk sungai yang ada di situ sudah mengalami pencemaran. Sekarang sudah dangkal,” ujar Kades.
Masyarakat desa menginginkan adanya keseimbangan antara eksploitasi pertambangan batu bara dengan kawasan pertanian dan perkebunan. Sebagai Kepala Desa, Arludiansyah terus menerus melakukan koordinasi agar perusahaan yang beroperasi di sana menjaga lingkungan dan membantu warga untuk menjalani kehidupan dari sektor pertanian. #
Comments are closed.