BeritaKaltim.Co

Perusda Minta Penambahan Modal Baru, Ketua DPRD Kaltim Beri Jawaban Begini

BERITAKALTIM.CO- Munculnya permintaan penambahan modal untuk BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) bergulir saat rapat paripurna ke-42 tentang Nota Penjelasan Keuangan Rencana APBD 2023 dan Paripurna ke-43 mengenai Pandangan Umum (PU) fraksi-fraksi. Padahal, sebelumnya tidak pernah ada pembahasan di tingkat komisi yang membidangi.

“Soalnya sebelum ini belum pernah ada pembahasan saat Banggar (Badan Anggaran) tapi tiba-tiba muncul. Nah ini yang jadi konsen kami untuk mengawal itu, supaya ke depannya pendapatan bisa sebanding,” Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud kepada Wartawan usai memimpin sidang paripurna ke-43, Selasa (4/10/2022).

Lazimnya sebuah usulan, terlebih menyangkut penyertaan modal Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur kepada BUMD atau Perusda (Perusahaan Daerah) didahului dengan RDP (rapat dengar pendapat) dan penyampaian presentasi rencana bisnis yang dilakukan. Pada tahapan itu, leadernya adalah komisi 2 yang membidangi keuangan daerah.

Setelah presentasi disampaikan dengan berbagai perhitungan mengenai keuntungan BUMD, baru kemudian dapat dipertimbangkan apakah perlu disuntik penyertaan modal baru.

Selama ini, sudah bukan rahasia umum, BUMD atau Perusda selalu rugi dan umumnya tidak dapat berkembang.

Menurut Hasanuddin Mas’ud, sebelum disetujui oleh anggota DPRD Kaltim, pemerintah masih punya kesempatan menjelaskan rencana-rencana bisnis BUMD atau Perusda hingga mengapa perlu disuntik modal baru.

“Kalau berdasarkan mekanisme kita tinggal menunggu jawaban dari pak gubernur,” ucapnya.

Saat ini di Kaltim terdapat 8 BUMD/Perusda. Dari seluruh BUMD kontribusi terbesar diberikan oleh Bankaltimtara untuk kas daerah sebesar Rp114 miliar pada awal 2022. Disusul kemudian PT Mandiri Migas Pratama Rp44,8 miliar dan PT Bara Kaltim Sejahtera Rp9,8 miliar.

Perusda lainnya, PT Melati Bhakti Satya menyetor Rp3 miliar dan PT Listrik Kaltim Rp2,1 miliar. Satu lagi PT Silva Kaltim Sejahtera menyumbang Rp51 juta.

Sementara ada dua Perusda yang tak punya kontribusi adalah PT Jamkrida dan PT Agro Kaltim Utama. #ADV

 

Comments are closed.