BERITAKALTIM.CO- Anggota DPRD Balikpapan, Asrori, menyebut jangan sampai program seragam gratis menjadi produk gagal visi misi Wali Kota Balikpapan. Karena hingga pertengahan Oktober ini belum juga ada tanda-tanda pembagian seragam sekolah gratis dilaksanakan.
Program seragam sekolah gratis ini merupakan salah satu program prioritas Pemkot Balikpapan yang masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2021-2026 sebagai penajaman dari visi dan misi Wali Kota Balikpapan terpilih lalu.
“Apa lagi alasannya, masih lelang, atau masih observasi kain di laboratorium, atau terkendala distribusi. Sampai kapan kita dikasih alasan begini. Itu penjelasan ke kita tidak masuk akal, gimana kita jelasin ke masyarakat,” ucap Asrori yang juga Sekretaris Komisi IV DPRD Balikpapan kepada awak media di ruang kerjanya, Selasa (18/10/2022).
Asrori menilai jika seragam gratis ini dibagikan ke masyarakat akan terkesan mubazir, karena masyarakat telah mengeluarkan biaya untuk membeli seragam sendiri.
“Ibarat makanan sudah tidak layak dimakan, buat apa dikasihkan, masyarakat sudah beli semua, sudah mengeluarkan uang, ” jelasnya.
Menurutnya, program seragam gratis tidak tepat sasaran meskipun ini visi misi prioritas Wali kota Balikpapan. Anggaran sebesar Rp 23 Miliyar untuk program seragam gratis yang disiapkan Pemerintah Kota Balikpapan lebih baik dialihkan untuk pembangunan sekolah baru.
“Seandainya kita bangun sekolahan, berapa banyak sekolahan yang akan dibangun,” tutupnya. #
Comments are closed.