BERITAKALTIM.CO- Pegiat media sosial Ferdinan Hutahaean melaporkan akun @Mars_Sahsa ke Bareskrim Mabes Polri. Dia melaporkan akun tersebut karena telah melukai hati warga Batak dengan penghinaan melalui media sosial.
Akun @Mars_Sahsa memposting cuitan disertai gambar Ganjar Pranowo yang membentangkan kain ulos. Satu foto lagi mendampingi foto Gubernur Jawa Tengah itu adalah Jonathan Christie yang membentangkan bendera merah putih saat merayakan kemenangan pada final Thomas Cup 2020.
Dalam narasi akun tersebut mengklaim bahwa Ganjar Pranowo acungkan syal bendera LGBT sedangkan Jonathan Christie bangga membentangkan bendera Indonesia.
Cuitannya pada 7 November 2022 lalu seperti ini:
JUARA YG SATU INI SOK NKRI, TAPI ACUNGKAN SAL BENDERA LGBT,……..
BUKAN PAKAI BENDERA MERAH PUTIH SEPERTI JUARA LAINNYA YG BANGGA DGN BENDERA INDONESIA..
LGBT SOK NKRI………………
NKRI TULEN………………….
Kontak cuitan akun itu mendapat respon dari netizen. Mereka mengetahui kalau sal yang diacungkan Ganjar Pranowo bukan seperti yang dimaksud bendera LGBT. Karena itu adalah ulos Batak yang punya keterkaitan adat dan emosional bagi kalangan warga Batak.
Foto yang dicomot oleh akun @Mars_Sahsa, seperti dilansir dalam pemberitaan kompas.com, ketka Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengikuti kegiatan Bank Jateng Friendship Run Borobudur Marathon 2022 yang diselenggarakan di Istana Maimun, kota Medan, Sumatera Utara.
Sebelum memasuki garis finish, Ganjar berlari sambil mengangkat kain ulos hasil pemberian salah satu warga yang menyaksikan kegiatan tersebut. Ganjar mengatakan antusiasme warga Medan dalam menyambut gelaran Borobudur Marathon sangat luar biasa.
“Tadi, saya kasih ulos pada Pak Ganjar karena sangat mengidolakan beliau. Ibu saya juga mengalungkan ulos ke Ibu Atikoh. Ini bentuk cinta dan hormat kami pada mereka. Kami tahu Pak Ganjar ikut lari, makanya kami ke sini dan ratusan warga sudah berkerumun di dekat pintu masuk Istana Maimun. Mereka sengaja datang pagi-pagi sekali untuk bertemu dengan Ganjar,” kata Eryza.
Kembali ke Ferdinan Hutahaean, sejak beberapa hari sudah mengingatkan kepada pemilik akun @Mars_Sahsa untuk meminta maaf secara terbuka melalui video. Tapi sampai 1 Desember 2022, tidak ada juga video permintaan maaf tersebut sampai akhirnya diputuskan oleh Ferdinan untuk melaporkannya ke Bareskrim Mabes Polri.
Ferdinan sudah menulis sendiri surat pengaduannya di atas dua lembar surat. Dia menceritakan kronologi dan dugaan pelanggaran pasal pidana, baik dalam Undang-undang ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik) serta KUHP (Kitab Undang-undang Hukum Pidana).
“Saya ke Bareskrim nanti sekitar pukul 14.00 WIB untuk menindak lanjuti laporan ini. Bagi kawan2 yang mau berkenan hadir juga di Bareskrim silahkan datang. Kita jaga bangsa ini sama2..!!” cuitan Ferdinan Hutahaean, pada hari Kamis ini”.
“Menindak lanjuti proses hukum Sdr @Mars_Sahsa yang tidak memiliki niat baik minta maaf terbuka atas cuitannya yang menyerang simbol budaya Batak kain Ulos”.
ULOS BUKAN SAL/SELEMPANG LGBT..!
ULOS KAIN SAKRAL SARANA BERKAT BAGI SUKU BATAK..!!
Akun lainnya EBE @ebe_ganzo memberikan apresiasi atas langkah hukum yang dilakukan Ferdinan Hutahaean. Dia juga menulis di akunnya dengan ajakan;
“Untuk saudara-saudaru orang Batak khusus dan saudara2ku sebangsa dan setanah air ayok kita dukung langka hukum yg dilakukan oleh Ferdinand. Dengan naikan tagar
#TangkapMars
#TangkapMars
#TangkapMars
Akun @Mars_Sahsa sudah memberikan jawaban dan permintaan maaf atas postingannya. Bunyinya begini;
SELAMAT PAGI SEMUA….
MAAF, SY SDH SAMPAIKAN PERMINTAAN MAAF, KALAU PERMINTAAN MAAF SY TDK DITERIMA SAYA SBG WNI SIAP BERTANGGUNG JAWAB BILA NANTINYA DIPUTUSKAN DLM PROSES HUKUM SY DINYATAKAN BERSALAH…
SAYA SAMPAIKAN PERMOHONAN MAAF SEBESAR2NYA ATAS CUITAN SY TERSEBUT.🙏🙏
Diketahui dari cuitan-cuitan di akunnya, pemilik akun @Mars_Sahsa selalu menampilkan kegiatan Anies Baswedan dengan berbagai puji-pujian. Berbalik dengan itu, dia terlihat banyak memposting dengan ejekan terhadap pemrintahan Joko Widodo beserta kinerja kabinetnya.
Berikut ini cuitan dan komentar Ferdinan Hutahaean seperti dikutip dari akun twitter dan pemberitaan media siber.
“Pesan ini khusus saya tunjukkan kepada pemilik akun Twitter @Mars_sahsa siapapun anda di manapun, saya telah menunggu klarifikasi anda atas cuitan saudara pada tanggal 7 November 2022.
Dimana Anda memposting foto Pak Ganjar sedang mengangkat kain ulos, tetapi Anda bangun dengan narasi acungkan sal bendera LGBT.
Kain ulos ini adalah sesuatu yang sangat berharga bagi kami orang Batak. Warisan leluhur kami, warisan buda kami penuh berkat dan sudah saudara lecehkan seenaknya,” ucap Ferdinan.
“Saya telah menyiapkan laporan terhadap saudara, saya akan melaporkan perbuatan saudara terkait dengan Undang-Undang pasal 28 dan pasal 45A undang-undang ITE, pasal 14 dan 15 undang-undang nomor 1 tahun 1946 dan juga pasal 156 KUHP.
Perbuatan saudara ini tidak dapat ditoleransi karena bisa memicu konflik horizontal di tengah masyarakat.” #
Comments are closed.