BeritaKaltim.Co

Terbongkar, Pasutri Pelaku Pembunuhan Arya di Tarakan 2 Tahun Silam

BERITAKALTIM.CO- Pembunuhan terhadap Arya Gading Ramadhan (19) terjadi di Kota Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara) pada dua tahun silam. Baru tebongkar sekarang dan pelakunya ternyata pasangan suami istri yang masih ada hubungan kekerabatan dengan korban.

Peristiwa menggegerkan itu diungkap oleh pihak kepolisian Polres Tarakan. “Motifnya menculik ingin minta tebusan Rp200 juta. Tapi ternyata korban melawan dan berakhir dengan pembunuhan,” kata Kapolres Tarakan AKBP Taufik Nurmandia kepada wartawan.

Pelakunya adalah pasangan suami istri (pasutri) dengan inisial EG (23) dan AF (22). Serta satu lagi seorang temannya MN (45). Ketiganya sudah ditahan setelah selama dua tahun menyembunyikan pembunuhan yang mereka lakukan terhadap Arya Gading Ramadhan.

Kapolres Tarakan menceritakan, pelaku awalnya hanya berniat untuk menculik dan meminta tebusan uang sebesar Rp 200 juta kepada orang tua korban. Namun saat diculik, korban sempat memberontak hingga pelaku EG seketika naik pitam dan menusuk salah satu paha korban.

Pelaku MN kemudian menghasut EG untuk sekalian membunuh korban. Hal itu lantaran MN kuatir korban akan melapor kepada polisi jika dibiarkan hidup dan dilepaskan setelah penculikan.

Saat datang ke TKP korban sebenarnya membawa berbagai macam barang. Namun para pelaku tidak mengambil barang-barang itu untuk menghindari kecurigaan.

“Sebenarnya korban ini saat datang kesana (TKP) menggunakan motor juga, ada laptop di dalam tasnya. Tapi di sinilah letak (otak) kriminal dari pelaku, jadi mereka merasa kalau misalnya menjual dari hasil barang milik korban, nanti mereka bisa ketahuan sebagai pembunuh korban,” ucap AKBP Taufik.

Taufik menuturkan para pelaku membuang tas korban ke tempat sampah. Sementara motor korban ditinggalkan di tempat kejadian begitu saja dengan kunci masih menempel.

“Untuk tas dia Buang ke tempat sampah. Motor ditinggalkan dengan kunci tertempel begitu saja, anggapan nya nanti kalau itu di curi pencuri nanti yang dicurigai polisi, karena orang itu yang membawa motor tersebut,” katanya.

Selain itu, para pelaku juga bersiasat dengan menguburkan jasad korban tak jauh dari kandang ayam milik ayah korban. Sebelum dikubur, para pelaku juga membungkus jasad korban dengan terpal dan kain.

“Yang melakukan penggalian saat itu adalah MN, dibantu juga dengan EG menggunakan centong skop kecil, dia gali di situ kedalaman sekitar 50 cm dan meletakkan korban setelah itu ditutup kembali,” ujarnya.

KEJADIAN-KEJADIAN PENTING PEMBUNUHAN

Setelah memastikan korban telah tak bernyawa, para pelaku kemudian membungkus jasad korban dengan terpal. Siasat itu bertujuan agar korban tidak meninggalkan jejak darah saat diseret para pelaku menuju tempat korban dikuburkan.

“Setelah korban dipastikan meninggal EG membungkus korban menggunakan terpal,” ujar Kapolres.

“(Para pelaku) menyeret (jasad korban) ke daerah perkebunan nanas yang berada di seberang TKP awal penyekapan,” lanjutnya.

Siasat berikutnya, para pelaku mengubur jasad korban di dekat kandang ayam milik ayah korban. Para pelaku menggali tanah dengan kedalaman 50 sentimeter kemudian memasukkan jasad korban yang sudah terbungkus terpal ke dalamnya.

“EG lalu menyiapkan lubang yang terdapat diseberang pondok (kandang ayam) milik orang tua korban. Yakni area perkebunan nanas dan menguburkan korban ke dalam lubang yang seperti parit dengan kedalaman 50 cm,” ujar Taufik.

Taufik mengatakan pelaku EG dan MN menggali lubang tersebut menggunakan sekop kecil. Setelah korban masuk di dalam lubang kemudian keduanya kembali menutup lubang tersebut dengan tanah.

“Yang melakukan penggalian saat itu adalah MN, dibantu juga dengan EG menggunakan centong sekop kecil,” katanya.

AKBP Taufik membeberkan, setelah mengubur jasad korban para pelaku kembali ke pondok kandang ayam milik ayah korban yang juga merupakan tempat kejadian perkara (TKP) pembunuhan. Kemudian pelaku EG dan MN membersihkan bercak darah korban di lokasi.

“Setelah korban dikubur, kedua pelaku pulang lagi ke pondok (kandang ayam milik korban), kemudian mereka membersihkan darah korban,” bebernya.

Selain itu, para pelaku juga menyembunyikan barang bukti yang digunakan untuk menculik dan menghabisi nyawa korban. Barang bukti disembunyikan di tempat yang dianggap aman.

“(Para pelaku) Menyembunyikan barang bukti, seperti kabel yang habis digunakan mencekik dan badik yang ditusuk ke dada dan paha korban,” ucap Taufik. #

Comments are closed.