BeritaKaltim.Co

Keluarga Pasrah Safril Tewas Dimangsa Buaya, Operasi Pencarian Dihentikan

BERITAKALTIM.CO- Pencarian terhadap Safril (11) dihentikan, setelah polisi memastikan serpihan tulang dan celana yang ditemukan tim SAR adalah milik korban. Pihak keluarga ikhlas menerima kenyataan anak mereka meninggal dunia karena dimakan buaya.

“Pencarian terhadap korban ditutup atas persetujuan dengan keluarga,” kata M Basri, Kasie Operasi Basarnas Kaltim kepada Wartawan Selasa (3/1/2023) malam.

Penghentian operasi pencarian karena tim SAR sudah menerima informasi dari Tim DVI (Disaster Victim Identification) Polres Berau. Informasi penting itu mengenai hasil identifikasi bahwa serpihan tulang dan celana yang ditemukan oleh Tim SAR Gabungan adalah milik korban.

Selanjutnya, tim SAR gabungan berkoordinasi dengan keluarga korban dan setuju operasi pencarian ditutup.

“Maka operasi SAR dinyatakan selesai dan diusulkan untuk ditutup. Dan seluruh unsur kembali kesatuan masing-masing dan dilanjutkan dengan kesiapsiagaan,” ujar Basri.

Pihak keluarga diwakilkan oleh paman korban, Irwan, mengaku pihak keluarga sudah pasrah dan ikhlas dengan peristiwa yang menimpa keluarga mereka. Mereka mengucapkan terima kasih dengan keterlibatan tim SAR Gabungan mencari Safril.

Peristiwa mengenaskan menimpa Safril, Kamis (29/12/2022), saat sedang mandi-mandi pagi di kawasan tambak ikan milik warga. Saat mandi tiba-tiba muncul buaya dan dengan cepat menyerangnya. Tidak hanya menerkam dan menggigit, buaya ganas itu menarik tubuh Safril memasuk perairan dan semak-semak pohon bakau di sana.

Saat kejadian, Marni sempat berusaha untuk menghalangi buaya membawa keponakannya tersebut. Namun usahanya sia-sia, buaya tetap menyeret tubuh itu entah ke mana.

Kejadiannya baru dilaporkan ke Basarnas oleh pihak keluarga pada hari Minggu (1/1/2023), sekitar jam 12.00 Wita. Atas dasar laporan itu Basarnas menurunkan timnya melakukan operasi pencarian. #

Wartawan: Wong

Leave A Reply

Your email address will not be published.