BERITAKALTIM.CO- Pencarian Muhammad Thariq (9) yang terpeleset di drainase, kini telah memasuki hari keenam pencarian di Sungai Mahakam.
Koordinator Unit Siaga SAR Samarinda Riqi Efendi mengatakan, untuk teknik pencarian masih sama seperti dihari sebelumnya, yakni penyisiran Sungai Mahakam oleh relawan menggunakan perahu karet.
“Untuk teknik pencarian masih sama dengan beberapa hari lalu,namun hasil masih nihil,” kata Riqi Efendi, Sabtu (11/3/2023) saat ditemui dilokasi pencarian.
Tambahnya, radius pencarian lebih jauh daripada hari kemarin, yakni hari ini radius pencarian mencapai enam kilometer.
“Sebelumnya radius hanya empat kilometer,” ujarnya.
Pria berbaju oranye itu juga menuturkan, pencarian hanya berfokus di wilayah Teluk Lerong namun sesekali pencarian dilakukan dengan menyusuri hingga ke arah Kelurahan Selili.
Dibeberkan Riqi, relawan terus berjaga bergantian siang dan malam.
Mereka membangun sebuah posko, dan memasang lampu sorot untuk penambah penerangan.
“Esok pencari terakhir (ke-7, red) akan dilakukan pemantauan kembali di Tempat Kejadian Perkara (TKP),” ucapnya.
Orang tua dari Thariq juga berjaga di sekitar posko pencarian.
“Ya, kita berjaga terus disini. Karena jika anak saya belum ketemu rasanya tidak tenang,” beber Ayah Thariq, Helmus Guru (30).
Helmus bersama istrinya, Armiaty yang merupakan ibu kandung Thariq juga membangun sebuah tanda di tengah taman tersebut.
Dibawah naungan tanda merah muda tersebut, ditaruh foto Thariq yang sudah dibingkai di atas meja.
Ayahanda Thariq, pun turut meminta doa agar Thariq segara ditemukan dengan kondisi apapun.
“Keluarga sudah menerima dan ikhlas,” tutup Helmus. #
Reporter: Nita | Editor: Wong