BERITAKALTIM.CO- Tumpukan sampah di jalan poros Sambaliung-Bangun, tepatnya di Kilometer 2, pasca lebaran Idul Fitri 1444 H kondisinya semakin parah. Tumpukan sampah kini telah memakan sebagian badan jalan.
Kondisi itu membuat warga yang melintas menjadi terganggu. Selain pemandangan kumuh oleh sampah, juga bau yang menyengat.
Seorang bernama Nur (40), warga Desa Sambaliung yang melintas di jalan tersebut menjelaskan, sampah di lokasi tersebut sudah lama bertumpuk di situ tanpa ada yang memberesinya.
“Gak tau kenapa gak dibersihkan. Setiap saya melintas selalu mau muntah karena aromanya sangat menggangu,” ujarnya.
Sementara Kepala Bidang Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Berau, Anwar menjelaskan, terkait tumpukan sampah di kawasan Sambaliung, pihaknya sudah menempatkan 2 unit ambrol di dekat Puskesmas Sambaliung dan di kawasan Limunjan.
“Stiap hari kami angkut sampahnya,” ujarnya.
Mengenai penumpukan sampah yang terus terjadi di kawasan itu, menurut Anwar, solusinya adalah keterlibatan aparat RT atau lurah untuk membuat laporan kepada Dinas Lngkungan Hidup dan Kebersihan mengenai kondisi itu. Laporan bisa melalui media chat WA (WhatsApp) sehingga bisa langsung dieksekusi oleh dinas terkait.
“Kalau memang ada permintaan dari pihak kelurahan untuk meminta tolong dengan kami terkait masalah tumpukan sampah tersebut, kami siap turunkan tim sekitar 30 orang dengan armada 3 sampai 4 mobil damtruck. Kami angkut selesai kan,” ujarnya.
Selama ini diakuinya, tidak pernah ada laporan atau meminta bantuan untuk mengangkut sampah di lokasi tersebut. #
Reporter: Surya | Editor: Wong