BERITAKALTIM.CO- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Kartanegara menggelar lomba seni mulai tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), SMA (Sekolah Menengah Atas) dan SMK (Sekolah Menengah Kejuruan). Acara digelar bergiliran di ruang serbaguna instansi itu.
Dengan nama titel acara Festival Lomba Seni, peserta untuk tingkat anak-anak SMK berlangsung cukup kompetitip. Peserta yang datang dari berbagai sekolah di kecamatan yang ada di Kukar, menunjukkan kebolehan dalam lomba dengan menampilkan kreatifitas dan inovasi seni yang mereka miliki.
Para peserta menjadi antusias karena event tersebut merupakan ajang mencari bakat. Anak-anak SMK yang memiliki talenta seni terbaik tingkat kabupaten, akan mewakili Kabupaten Kukar menuju ajang tingkat Kaltim. Begitu pula berikutnya, jika berhasil menjadi terbaik tingkat Kalimantan Timur akan mendapatkan kesempatan bertanding pada lomba seni tingkat nasional.
Festival Lomba Seni siswa jenjang SD, SMP dan SMA/SMK itu merupakan proyek nasional dari Kementerian Pendidikan Nasional, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Oleh Kementerian Diknas yang digulirkan ke provinsi dan kabupaten kota, Tujuannya sangat jelas, untuk menghasilkan talenta seni budaya dari seluruh kabupaten dan kota di Indonesia,
Pada festival seni tingkat SMK kali ini, mempertandingkan tiga lomba, yaitu filem pendek, vokal solo dan tari kreasi. Para peserta terlihat menampilkan karya-karya mereka yang didominasi dengan muatan unsur lokal, berasal dari kesenian suku-suku di Kalimantan Timur.
Ada yang menyajikan lagu Dayak “leleng” yang sangat terkenal dan tarian dari Kutai. Sementara pada filem pendek, ditampilkan cerita keseharian masyarakat Kaltim, khususnya Kutai dengan latar kehidupan yang jujur terjadi di daerah ini.
“Harapan ke depan, pesertanya lebih banyak. Diikuti oleh perwakilan sekolah se kabupaten kutai kartanegara,” kata Sudarminto, Sekretaris Panitia Lomba Seni kepada wartawan Beritakaltim.
Jumlah peserta festival seni tingkat SMK pada tahun 2023 ini belum terlalu banyak, karena adanya beberapa kendala. Menurut panitia, kendala itu diantaranya adalah pendeknya waktu persiapan, karena informasi adanya event juga baru digulirkan.
Namun, meski pada tahun ini pesertanya masih terbilang sedikit, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Kartanegara optimis pada tahun depan bisa berlangsung lebih besar lagi karena persiapannya bisa dari sekarang. #
Reporter: Iruz | Editor: Wong | ADV/Diskominfo Kukar
>>> BERITA VIDEO <<<<