BeritaKaltim.Co

Garap Peluang Pelestarian Hutan, Startup Teknologi Iklim Fairatmos MoU dengan BNF dan Manka

BERITAKALTIM.CO- Sebuah startup teknologi iklim, Fairatmos, menandatangani nota kesepahaman dengan organisasi lingkungan Borneo Nature Foundation (BNF) dan Mandala Katalika (Manka) untuk berkolaborasi dalam penelusuran peluang pelestarian hutan sebagai bentuk usaha pengurangan emisi gas rumah kaca.

 

Penandatangan di Jakarta, Selasa (6/6/2023), untuk berkolaborasi dalam penelusuran peluang pelestarian hutan sebagai bentuk usaha pengurangan emisi gas rumah kaca. Penandatanganan MoU dilakukan pada acara AtmosTalk, sebuah sarana diskusi antara penggiat lingkungan dan pelaku bisnis untuk membangun inisiatif-inisiatif pengurangan emisi gas rumah kaca dan mengakselerasi pencapaian Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia.

Acara yang digelar Selasa 6 Juni 2023 juga turut dihadiri perwakilan dari berbagai organisasi lingkungan di Indonesia, diantaranya KKI Warsi, Perkumpulan Elang, Yayasan Konservasi Alam Nusantara, Madani Berkelanjutan, Kehati,dan lain-lain.

“Kami di Fairatmos percaya bahwa teknologi dapat berkontribusi besar dalam usaha pelestarian lingkungan. Kolaborasi dengan BNF dan Manka akan membuka banyak peluang baru dalam usaha demokratisasi pengurangan emisi gas rumah kaca yang Fairatmos lakukan melalui teknologi iklim terkini,” kata CEO dan Founder dari Fairatmos, Natalia Rialucky.

Ketua Yayasan BNF dan Chairman dan Director Manka Juliarta Ottay menjelaskan bahwa BNF adalah lembaga pegiat konservasi dengan core interest untuk melestarikan biodiversitas demi kemanfaatannya jangka panjang.

“Kesejahteraan masyarakat sekitar hutan adalah impian kita bersama untuk menjadi rekan kerja dalam membangun alam yang baik. Kemandirian dalam kemampuan mengelola hutannya sendiri bagi masyarakat sekitar hutan bukan hal yang mudah, jasa lingkungan memberikan potensi itu, namun sebagai sebuah instrumen pendanaan yg baru, masih sulit di akses. Eksplorasi dengan Fairatmos membantu BNF untuk mengkaji lebih dalam opsi2nya. Semoga bisa menjadi kabar yang baik yg bisa kami bawa ke rekan2 kami nantinya,” lanjut Juliarta Otae.

Dibentuk pada tahun 2022, Fairatmos telah berjejaring dengan lebih dari 100 perusahaan dan komunitas dalam usaha pengurangan emisi gas rumah kaca di Indonesia. Melalui teknologi AtmosCheck, AtmosWatch, dan AtmosFund, Fairatmos memiliki misi untuk menjembatani ragam inisiatif pengurangan emisi gas rumah kaca ke masyarakat luas.

Tentang Fairatmos
Fairatmos adalah startup teknologi iklim yang didirikan tahun 2022 yang bertujuan untuk mendemokratisasi akses ke pengurangan emisi gas rumah kaca. Menghadirkan platform AtmosCheck, AtmosWatch dan AtmosFund, Fairatmos menjembatani ragam inisiatif pengurangan jejak karbon ke masyarakat luas. #Wong | charle

Leave A Reply

Your email address will not be published.