BERITAKALTIM.CO- Memperingati Hari Bhayangkara ke-77, jajaran Polri menggelar doa bersama lintas agama. Di Kutai Kartanegara segenap jajaran Polres mengajak pemerintah dan masyarakat merayakan secara virtual di ruang utama Museum Mulawarman Kota Raja Tenggarong, Sabtu (1/7/2023).
Doa bersama digelar secara serentak se-Indonesia. Namun ada makna khusus mengapa jajaran Polres menggelarnya di museum Kota Raja Tenggarong dan bukan di tempat lainnya, karena tahun ini jajaran Polri di Kutai Kartanegara berencana akan melakukan revitalisasi situs-situs budaya dan agama yang ada disejumlah kecamatan daerah itu.
“Ya, kami dari Polres merencanakan melakukan revitalisasi situs-situs budaya dan agama di kutai kartanegara. Tujuannya supaya terawat dan membantu pemerintah,” kata Kompol Teguh Joko Sriyono, Kabag SDM Polres Kukar.
Kabupaten Kutai Kartanegara dikenal memiliki begitu banyak tempat bersejarah dan juga peninggalan-peninggalan yang belum semua terawat baik. Situs-situs peninggalan kerajaan Mulawarman dan juga Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura yang telah berlangsung ratusan tahun, tidak semuanya terawat dengan baik.
Polri mengambil inisiasi itu untuk membantu pemerintah menjaga dan merawat situs-situs bersejarah itu. Tujuannya selain sebagai upaya pelestarian juga menjadi daya tarik wisatawan ke tempat-tempat bersejarah budaya maupun agama.
Sementara itu, acara doa bersama pada hari Bhayangkara lebih menekankan aspek persatuan dan kesatuan dan juga toleransi beragama. Menjelang suasana Pemilu tahun 2024, gejolak dan gesekan sosial bisa saja terjadi, namun kepolisian berpesan agar semua pihak menjaga iklim politik yang sejuk, walaupun ada perbedaan pilihan politik, baik dalam calon presiden maupun legislatif.
Kepala Dinas Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kukar, Rinda Desianti menyambut baik gagasan jajaran Polres melakukan revitalisasi situs-situs bersejarah di kabupeten itu. Dia mengingatkan begitu kayanya nilai-nilai budaya karena di Kutai Kartanegara adalah lahirnya kerajaan Mulawarman, yaitu kerajaan beragama Hindu tertua di Indonesia.
Selain itu Rinda juga mengingatkan adanya tahun politik, yakni menghadapi Pemilu 2024. Menurutnya, tugas kepolisian juga bersama pemerintah untuk sama-sama menjaga agar situasi terkendali hingga selesai pelaksanaan pemilu.
Setelah acara doa bersama yang tersambung secara virtual, dilanjutkan dengan dialog kebangsaan oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Yudo Margono. #
Reporter: Iruz | Editor: Wong | ADV/ Diskominfo Kukar
>>>> BERITA VIDEO <<<<
Hari Bhayangkara, Polres Kukar Ingin Revitalisasi Situs Budaya