BERITAKALTIM.CO-Penajam Paser Utara telah dipilih sebagai pilot project untuk implementasi data desa presisi di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), sebagai tindak lanjut dari Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 39 Tahun 2019 mengenai satu data Indonesia, sehingga data yang dimiliki desa, harus selaras dengan kabupaten, kota dan provinsi.
Demikian dikatakan Penjabat (Pj) Gubernur Akmal Malik, konsep yang nantinya akan diterapkan dalam proyek ini mencakup kesamaan data antara desa, kecamatan, kabupaten, dan provinsi yang ada Bumi Kalimantan.
“Memang ketika saya mulai bertugas, saya menanyakan data-data apa yang sudah kita miliki, saya apresiasi Diskominfo sudah punya database (dashboard data) yang bagus, kita bisa melihat progressnya ke depan,” ucap Akmal Malik.
Akmal Malik mengungkapkan, terdapat perbedaan cara pandang yang seringkali terjadi. Sebagai contoh, terdapat perbedaan informasi terkait jumlah warga yang belum mendapatkan KTP, seperti yang diungkapkan oleh Bupati Kutai Barat.
“Saya mendapat laporan bahwa ada sekian puluh ribu warga yang belum mendapatkan KTP. Ternyata, mereka tidak menerima surat keterangan pindah dari daerah asalnya, saya langsung rakor ternyata angkanya tidak sebesar itu,” tutur Direktur Jenderal (Dirjen) Otonomi Daerah (Otda) Kemendagri ini.
Akmal Malik mengaku sudah mengira dan yakin jika tidak mungkin masyarakat yang belum mendapatkan KTP hingga puluhan ribu orang. Sebab, kinerja Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil kabupaten/kota maupun provinsi sudah cukup bagus.
“Dari awal saya juga sudah meyakini tidak mungkin sebesar itu. Karena kita tahu kinerja catatan sipil kita cukup bagus,” beber Akmal Malik.
Kendati demikian, Pj Gubernur Kaltim ini tetap menekankan bahwa klarifikasi data menjadi penting dan harus dilakukan pembenahan, guna mencegah kesalahan informasi yang nantinya bisa menjadi masalah dikemudian hari.
“Berita ini sudah sampai ke Presiden. Saya sebagai staf harus memberikan klarifikasi. Kalau ini berjalan, dan pejabat publik juga telah menyampaikan datanya bahwa tanpa invidensial jelas, ini akan membuat kita repot ke depan. Makanya, kita benahi data-data ini agar selaras,” tegas Akmal Malik#
Reporter: Dia|Editor: Hoesin KH|Adv|Diskominfo Kaltim