BERITAKALTIM.CO-Olahan kripik pisang kepok yang dilakukan Pemkab Kutai Timur ternyata mampu menjadi salah satu produk yang potensial, terbukti olahan kripik pisang Kutai Timur sudah mampu di eksport ke luar negeri, tepatnya Belgia di Eropa.
Tidak hanya olahan kripik pisang saja yang sudah dieksport, melainkan juga produk olahan lainnya dari bahan baku singkong, juga sudah dieksport ke Brunei Darussalam dan Malaysia.
Hal itu diungkapkan Sekretaris Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Kaltim, Hj Rini Susilowati, usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan DPRD Kaltim di Gedung E Kompleks DPRD Kaltim, Kamis (1/2/2024)
Diakui Rini, RDP dengan DPRD Kaltim lebih fokus membahas soal data yang berkaitan dengan hasil pertanian di Kaltim, yang menurut anggota DPRD dikatakan terjadi penurunan produksi.
“Ada beberapa hal yang berkaitan dengan data, jadi perlu kesamaan, data ini diharapkan bisa memberikan gambaran kondisi pertanian yang ada di Kaltim,” kata Rini Susilowati.
Ditambahkan Rini, yang namanya data itukan dinamis, perlu dukungan semua pihak, terutama dari kabupaten yang ada di Kaltim, namun karena adanya keterbatasan dari kabupaten dalam menginput data, maka terjadi perbedaan, hal itu terjadi disebabkan karena keterlambatan penyuluh lapangan dalam melaporkan data yang ada.
“Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura akan memperbaiki data tersebut sehingga akurat dan update,” lanjut Rini Susilowati.
Diungkapkan Rini, untuk wilayah pertanian, sentra pertanian yang ada di Kaltim saat ini berada di Penajam Paser Utara, Paser, Berau dan Kutai Kartanegara.
“Dari beberapa wilayah sentra pertanian tersebut, produk cenderung menurun karena berbagai hal, seperti soal irigasi lahan, kurang adanya bahan baku air untuk pengairan, banyak faktor-faktor lainnya yang membuat produksi pertanian menurun,” papar Rini Susilowati.
Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura tetap bekerja secara maksimal, selalu terus melakukan pembinaan dan pelatihan bagi para petani yang ada, serta memberikan bantuan bibit tanaman seperti bawang merah, cabai, nanas, pepaya, pisang kepok dan beberapa jenis tanaman lainnya.
Bantuan yang diberikan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura, tidak lepas dari usaha untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani.
“Bantuan tersebut diberikan kepada kelompok tani yang sudah terdaftar dan teridentifikasi oleh dinas, jadi bukan perorangan. Tentunya bantuan yang diberikan sesuai dengan anggaran yang ada. Selain bibit tanaman, juga alat mesin pertanian, pupuk, alat penunjang pertanian dan lainnya,” ungkap Rini Susilowati.#
Reporter : Yani|Editor: Hoesin KH