BeritaKaltim.Co

Wali Kota Samarinda Harapkan Dukungan Masyarakat Menata Sungai Karang Mumus

BERITAKALTIM.CO – Wali Kota Samarinda, Andi Harun, mengharapkan dukungan dan kerjasama dari masyarakat untuk penataan Sungai Karang Mumus yang merupakan sungai drainase utama di kota ini. Penataan sungai ini bertujuan untuk mengurangi risiko banjir, mengembalikan fungsi ekologis dan sosial sungai, serta meningkatkan kesejahteraan warga sekitar.

Andi Harun mengatakan yang pertama, melakukan identifikasi dan perhitungan oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) terhadap nilai tanah dan bangunan warga yang berada di bantaran sungai. Hasilnya akan menjadi dasar untuk melakukan relokasi atau ganti rugi bagi warga yang bersedia pindah.

“Kita tunggu saja hasilnya, kita berharap tidak ada masalah dalam proses ini,” kata Andi Harun pada Jum’at (2/2/2024)

Kedua, melakukan normalisasi sungai dengan cara pengerukan sedimen, pembersihan gulma, perkuatan tebing, dan pembangunan kolam retensi. Normalisasi ini bertujuan untuk memperbesar kapasitas tampung dan aliran sungai, sehingga dapat mengurangi luapan air saat musim hujan dan pasang surut.

“Kita sudah mulai melakukan normalisasi di beberapa titik, seperti di Waduk Benanga, Jembatan 1, Jembatan Kehewanan, dan Gang Nibung. Kita akan terus melanjutkan ke segmen-segmen lainnya,” ujarnya

Ketiga, melakukan penataan kawasan bantaran sungai dengan cara membangun fasilitas publik, seperti taman, amphiteater, puskesmas, lahan parkir, toilet umum, dan septic tank. Penataan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas lingkungan, estetika, dan pelayanan publik di sekitar sungai.

“Kita ingin mengembalikan fungsi sungai sebagai sumber kehidupan, baik itu untuk biota sungai, nelayan, maupun transportasi. Kita juga ingin membuat sungai menjadi tempat wisata dan rekreasi bagi masyarakat,” tuturnya

Selain itu, ia mengatakan, penataan Sungai Karang Mumus merupakan program prioritas Pemerintah Kota Samarinda yang sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Ia juga mengapresiasi program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) yang telah melakukan penataan beberapa kawasan sempadan sungai, seperti di Segmen Perniagaan, Abdullah Muthalib, dan Jembatan Besi.

“Penataan Sungai Karang Mumus ini harus diselesaikan paling lambat Desember 2024, sesuai dengan Undang-Undang Aparatur Sipil Negara. Jadi, kita tidak boleh sembarangan mengangkat tenaga honorer baru. Kalau ada OPD yang membutuhkan tenaga tambahan, harus melalui mekanisme yang benar dan sesuai dengan aturan. Jangan sampai ada yang melanggar, karena akan berdampak pada kinerja dan anggaran kita,” tegasnya.

Orang nomor satu di pemerintahan Samarinda itu berharap, dengan penataan Sungai Karang Mumus ini, Pemerintah Kota Samarinda dapat mengatasi permasalahan banjir yang sudah lama menjadi keluhan masyarakat. Ia juga berharap, dengan penataan ini, Sungai Karang Mumus dapat menjadi ikon dan kebanggaan Kota Samarinda sebagai kota sungai dan water front city. #

Reporter: Sandi | Editor: Wong

Leave A Reply

Your email address will not be published.