BERITAKALTIM.CO-Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) dengan tajam menyoroti persoalan lingkungan yang terjadi di Indonesia, termasuk di Kalimantan Timur, yang menurut Walhi, lingkungan di Indonesia banyak yang terbengkelai, karena ulah pengusaha yang merampas keddaulatan rakyat atas lingkungan yang baik dan sehat.
Presiden mendatang hendaknya lebih memperhatikan persoalan lingkungan yang semakin kritis dan lebih memperhatikan kesejahteraan rakyat dalam mengelola sumber daya alam dan lingkungan hidup.
Penegasan itu dikemukakan Direktur Eksekutif Walhi Kaltim, Fathur Roziqin Fen dalam konperensi pers di T-Coofe Jalan Banggeris, Selasa (6/2/2024).
Walhi, ungkap Fathur, akan terus memperjuangkan penegakan kedaulatan rakyat atas pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan, negara dirasakan semakin jauh dari ruh dan semangat cita-cita yang berdaulat, adil dan makmur.
“Akar persoalan yang terjadi tidak lepas dari sikap pemerintah yang telah melupakan mandatnya dalam upaya untuk mensejahterakan rakyatnya dalam mengelola sumber daya alam dan lingkungan hidup. Pemerintah dalam hal ini lebih mementingkan keinginan pengusaha dibandingkan dengan kepentingan rakyat dan lingkungan,” kata Fathur Roziqin.
Ekonomi Indonesia, tambah Fathur saat lebih mengedepankan cara-cara monopoli, ekstraktif dan eksploitatif sehingga mengakibatkan krisis ekologis dan krisis multidimensi dari hulu ke hilir.
Hal itu terjadi karena penguasaan dan pengelolaan yang timpang dan tidak adil bagi rakyat adalah akar krisis ekologis, finansialisasi ekosistem dan sumber daya alam yang menegasikan pengetahuan empirik rakyat.
“Sistem politik ekonomi Indonesia yang dikontrol dan dikuasai segelintir kelompok, telah mengakibatkan penghancuran integritas lingkungan hidup, perampasan kedaulatan rakyat atas ruang hidup dan wilayah kelolanya, serta memperparah krisis iklim dan bencana ekologis dari hulu ke hilir, mulai dari urban hingga rural dan mengancam pesisir dan pulau-pulau kecil.
Pemimpin Indonesia kedepan perlu melakukan perombakan tata kelola sumber daya alam dan lingkungan hidup di Indonesia yang berorientasi pada kepentingan rakyat, yang mengedepankan prinsip penegakan perlindungan hak asasi manusia, demokratis, berkeadilan dan berkelanjutan untuk memastikan keadilan bagi generasi kedepan.
Walhi yang menjadi bagian tidak terpisahkan dari gerakan sosial melihat momentum pergantian kepemimpinan di Indonesia, menjadi satu titik balik untuk melakukan sebuah refleksi kritis bagi kondisi lingkungan hidup dan demokrasi di Indonesia.
“Hak asasi manusia, demokrasi dan lingkungan hidup adalah agenda yang harus menjadi agenda negara, untuk mengembalikan kedaulatan rakyat dalam mewujudkan keadilan sosial–ekologis,” tegas Fathur Roziqin.
Untuk itu, Walhi sebagai bagian dari gerakan rakyat, akan bersungguh-sungguh mengawal cita-cita bangsa dalam mewujudkan kedaulatan rakyat dan keadilan sosial-ekologis dengan mendesak dan mengawal agenda politik lingkungan hidup, yang mengacu pada penataan ulang dalam perlindungan dan pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup, menjadi salah satu struktur penting dalam penataan tata kelola sumber daya alam dan lingkungan hidup di Indonesia.#
Reporter: Yani|Editor: Hoesin KH