BeritaKaltim.Co

Tahun 2024, DPTPH Kaltim Siapkan Bantuan Pertanian untuk Poktan

BERITAKALTIM.CO – Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (DPTPH) provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) akan memberikan bantuan kebutuhan pertanian kepada kelompok tani (poktan) di daerah tersebut pada tahun 2024. Bantuan tersebut meliputi bibit tanaman, pupuk organik cair, dan alat penunjang pertanian.

Sekretaris DPTPH Kaltim, Rini Susilawati, mengatakan bahwa pihaknya saat ini tengah menyiapkan beberapa jenis bantuan yang sesuai dengan potensi dan kebutuhan poktan di Kaltim.

“Jadi tahun ini kita tidak hanya memberikan bantuan benih pisang kepok grecek saja tetapi juga juga bantuan benih cabai rawit, bawang merah, nanas, dan pepaya,” ujarnya kepada Tempo, Kamis, 8 Januari 2024.

Rini menjelaskan bahwa bantuan tersebut diberikan berdasarkan hasil identifikasi dari Calon Petani Calon Lokasi (CPCL), yaitu sistem yang menentukan lokasi yang cocok untuk pengembangan tanaman tertentu. Selain itu, bantuan tersebut juga dibarengi dengan sejumlah pertimbangan, seperti ketersediaan lahan, kelayakan iklim, dan permintaan pasar.

“Kami ingin memberikan bantuan yang tepat sasaran dan bermanfaat bagi poktan, sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani di Kaltim,” katanya.

Selain itu, ia menambahkan bahwa bantuan tersebut hanya diberikan kepada poktan yang terdaftar di dalam Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (SIMPP), yang terkoneksi di seluruh Indonesia.

“Jadi poktan ini harus memiliki legalitas dan administrasi yang lengkap, serta memiliki rencana usaha yang jelas,” tuturnya.

Berikut ini adalah rincian bantuan yang akan diberikan oleh DPTPH Kaltim kepada poktan di 2024:

1. Bantuan benih bawang merah sebanyak 1.000 kilogram untuk masing-masing poktan di Kabupaten Berau, Kutai Kartanegara (Kukar), Paser, dan Penajam Paser Utara (PPU). Bantuan benih nanas sebanyak 20.000 batang untuk masing-masing poktan di Kabupaten Kukar, Kutai Timur (Kutim), dan Kota Balikpapan.

2. Bantuan pupuk organik cair sebanyak 20 liter untuk masing-masing poktan di daerah yang mendapatkan bantuan benih nanas.
Bantuan benih pepaya sebanyak 6.000 biji untuk masing-masing poktan di Kota Balikpapan. Bantuan benih pisang kepok grecek sebanyak 25.000 batang untuk masing-masing poktan di Kabupaten Kukar, 10.000 batang untuk masing-masing poktan di Kutim, 7.000 batang untuk masing-masing poktan di Berau, dan 10.000 batang untuk masing-masing poktan di Paser.

3. Bantuan benih cabai rawit sebanyak 44 sachet untuk masing-masing poktan di Kota Balikpapan, Samarinda, Paser, dan Bontang, 77 sachet untuk masing-masing poktan di Kukar, dan 33 sachet untuk masing-masing poktan di Kutim. Bantuan alat penunjang pertanian, seperti cultivator, pompa air, sprinkler, dan traktor roda 4, untuk 46 poktan yang tersebar di Balikpapan, Bontang, Samarinda, Kutim, Kukar, Kutai Barat (Kubar), Paser, Berau, dan PPU.

Ia mengakui bahwa bantuan tersebut tidak diberikan secara merata di 10 kabupaten dan kota di Kaltim, karena bantuan ini juga berdasarkan alokasi anggaran.

“Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh poktan, dan tidak disalahgunakan atau dijual sembarangan,” katanya.

Ia juga mengatakan bahwa bantuan ini merupakan salah satu upaya pemerintah provinsi untuk mendukung program ketahanan pangan nasional, serta mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan pangan.

“Ini karena seperti cabai, itu kan salah satu komoditas penyumbang inflasi selain beras,” pungkasnya. #

Reporter: Sandi | Editor: Wong

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.