BeritaKaltim.Co

Indonesia, Negara Maritim dengan Potensi Ekonomi Laut Besar

BERITAKALTIM.CO – Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia dengan luas laut mencapai 5,8 juta km. Laut Indonesia memiliki potensi ekonomi yang sangat besar, baik dari sektor perikanan, pariwisata, energi, maupun pertahanan. Namun, potensi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun menjelaskan bahwa Salah satu faktor yang menghambat pemanfaatan potensi laut adalah kurangnya tata kelola yang baik. Indonesia memiliki enam selat utama yang menjadi jalur lalu lintas kapal perdagangan dan niaga internasional, salah satunya adalah Selat Malaka.

“Sekitar 80 persen kapal yang datang ke Asia Tenggara melewati Selat Malaka. Namun, Indonesia belum mampu mengambil manfaat dari posisi strategis tersebut,” ujar Andi Harun pada saat diwawancarai (26/2/2024)

Selain itu, Indonesia juga menghadapi tantangan dalam menjaga kelestarian sumber daya laut dan ekosistem pesisir. Beberapa masalah yang dihadapi antara lain adalah penangkapan ikan berlebihan, kerusakan terumbu karang, deforestasi mangrove, pencemaran sampah plastik, dan ancaman konflik di laut.

“Hal ini dapat mengancam kesejahteraan masyarakat pesisir dan keberlanjutan pembangunan nasional,” katanya.

Andi Harun mengatakan bahwa untuk mengatasi masalah-masalah tersebut, Indonesia perlu menerapkan strategi ekonomi biru yang berbasis pada prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan.

Lebih lanjut, Ekonomi biru adalah pendekatan yang mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan dalam pengelolaan sumber daya laut dan pesisir. Dengan ekonomi biru, Indonesia dapat meningkatkan nilai tambah, produktivitas, dan daya saing sektor kelautan, sekaligus melestarikan fungsi ekologis dan sosial laut.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mewujudkan ekonomi biru antara lain adalah:

1. Meningkatkan kapasitas dan kualitas sumber daya manusia di bidang kelautan, baik melalui pendidikan, pelatihan, penelitian, maupun inovasi.

2. Mendorong diversifikasi dan hilirisasi produk kelautan, seperti perikanan, rumput laut, bioteknologi, dan energi terbarukan. Hal ini dapat meningkatkan nilai ekonomi, menyerap tenaga kerja, dan mengurangi ketergantungan pada impor.

3. Meningkatkan konektivitas dan aksesibilitas wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil, baik melalui pengembangan infrastruktur, transportasi, komunikasi, maupun pelayanan publik. Hal ini dapat memperluas pasar, meningkatkan mobilitas, dan mengurangi kesenjangan pembangunan.

4. Meningkatkan daya tarik dan kualitas pariwisata berbasis maritim, baik melalui pengembangan destinasi, promosi, maupun pengaturan pengunjung. Hal ini dapat meningkatkan pendapatan, menciptakan lapangan kerja, dan melestarikan keindahan alam.

5. Meningkatkan kerjasama dan diplomasi dengan negara-negara tetangga dan mitra internasional, baik melalui perundingan, kerjasama, maupun penyelesaian sengketa. Hal ini dapat meningkatkan keamanan, stabilitas, dan kesejahteraan bersama di kawasan.

Dengan menerapkan strategi ekonomi biru, Indonesia dapat mewujudkan visi sebagai negara maritim yang maju, mandiri, dan berdaulat.

“Indonesia juga dapat memberikan kontribusi positif bagi pembangunan global yang berkelanjutan,” pungkasnya. #

Reporter: Sandi | Editor: Wong

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.