BERITAKALTIM.CO – Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda mengadakan pasar murah dengan menjual beras dengan harga Rp 10.250 per kilogram, guna menekan angka inflasi di kota tersebut Pasar murah tersebut tersedia di halaman parkir pasar Segiri, Kecamatan Samarinda Ulu, pada Rabu (29/2/2024).
Kepala Disdag Samarinda, Marnabas, mengatakan, pasar murah ini merupakan salah satu upaya pemerintah kota untuk membantu masyarakat yang terdampak akibat kenaikan harga beras tersebut.
“Kami menyediakan 10 ton beras dengan harga Rp 10.250 per kilo, yang lebih murah dari harga pasar yang mencapai Rp 16.000 per kilo1. Ini sebagai bentuk kepedulian kami terhadap masyarakat yang membutuhkan,” ujar Marnabas pada saat dihubungi melalui via WhatsApp selasa malam, (27/2/2024)
Marnabas menambahkan, pasar murah ini diikuti oleh 10 distributor dan toko modern yang diminta untuk menjual barang dengan harga lebih murah dari harga jualnya.
“Kami berharap dengan adanya pasar murah ini, dapat meringankan beban masyarakat, khususnya yang berpenghasilan rendah,” tutur Marnabas.
Pasar ini rencananya akan digelar secara rutin setiap bulan, dengan lokasi yang berbeda-beda, sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Samarinda, inflasi di kota tersebut pada Januari 2024 mencapai 0,49 persen, yang dipicu oleh kenaikan harga bahan makanan, terutama beras, telur, dan daging ayam.
Sementara itu, beberapa warga yang berbelanja di pasar murah ini mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh Disdag Samarinda.
“Alhamdulillah, dengan adanya pasar ini dapat mengurangi beban dari masyarakat untuk membeli harga yang lebih mahal,” katanya.
“Pemerintah kota yang sudah peduli dengan kami. Semoga dengan adanya pasar murah ini, inflasi bisa turun dan ekonomi bisa pulih,” pungkasnya. #
Reporter: Sandi | Editor: Wong