BeritaKaltim.Co

Samarinda Bersiaga Antisipasi Kebakaran Selama Ramadhan

BERITAKALTIM.CO – Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Kota Samarinda meningkatkan kesiapsiagaan dalam mengawal kerawanan kebakaran selama bulan Ramadhan. Langkah ini diambil menyusul 13 insiden kebakaran yang terjadi pada bulan Februari 2024.

Kepala Disdamkar Samarinda, Hendra AH, mengingatkan masyarakat untuk selalu memeriksa kompor setelah memasak sahur atau berbuka puasa dan menghindari bermain petasan.

“Kami tidak ingin insiden kebakaran merugikan warga saat menjalankan ibadah puasa,” ujar Hendra pada hari Jumat (15/3/2024)

Dua kejadian kebakaran kecil di Makroman dan Sungai Kapih yang terjadi menjelang Ramadhan menjadi perhatian khusus. Hendra berharap tidak ada lagi kejadian serupa hingga lebaran tiba.

Disdamkar Samarinda tidak hanya bertindak reaktif, tetapi juga proaktif dalam pencegahan kebakaran. Melalui program sosialisasi, edukasi, dan simulasi, seperti Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (Probebaya), Disdamkar mengajarkan cara-cara pencegahan kebakaran kepada warga.

Hendra juga menekankan pentingnya melaporkan potensi titik api kepada petugas pemadam kebakaran.

“Jangan hanya menjadi penonton, segera laporkan agar kami dapat bertindak cepat,” tegasnya.

Kepala BPBD Kota Samarinda, Suwarso, menyatakan bahwa kebakaran hutan dan lahan telah terjadi sebanyak 24 kali dari Januari hingga Maret tahun ini, dengan total area terbakar mencapai 19,9 hektar. Insiden terbesar terjadi di perumahan Kopi Pelita 8 Sambutan, yang melanda sekitar 2 hektar.

Suwarso mengungkapkan tantangan dalam penanganan kebakaran, termasuk akses ke sumber air yang sulit dan lokasi yang terletak di perbukitan. Namun, dengan kerjasama antara BPBD, Disdamkar, dan relawan, kebakaran berhasil diatasi.

“Kami saling mendukung dalam setiap penanganan kebakaran,” kata Suwarso,

menambahkan bahwa kondisi cuaca ekstrem dengan suhu hingga 37 derajat Celsius dan angin kencang turut mempengaruhi kebakaran.

Perilaku membakar sampah dan pembukaan lahan pertanian dengan cara dibakar menjadi penyebab kebakaran yang sulit dikendalikan. Suwarso menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam mencegah kebakaran.

“Kami mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan mengikuti protokol yang ada untuk mencegah kebakaran,” tutup Suwarso. #

Reporter: Sandi | Editor: Wong

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.