BERITAKALTIM.CO- Menjelang cuti bersama Idul Fitri yang dimulai pada tanggal 8 April 2024 hingga tanggal 15 April 2024, diprediksi bahwa puncak arus mudik akan terjadi pada hari Sabtu dan Minggu. Dalam mengantisipasi lonjakan penumpang, Penjabat Gubernur Kaltim, Akmal Malik, melakukan tinjauan ke Bandara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto (APT PRANOTO), Samarinda. Jumat, (5/4/2024).
“Kami memantau arus mudik di Bandara APT Pranoto Samarinda bersama kepala bandara. Hasil peninjauan menunjukkan ada 12 penerbangan dengan permintaan tiket yang tinggi, sehingga beberapa penumpang tidak mendapatkan tiket,”ungkapnya.
Dalam mengatasi kendala tersebut, otoritas bandara telah melakukan langkah-langkah baik dengan memfasilitasi penumpang yang terkendala, seperti tiket palsu, penuh, atau ketinggalan, dengan bekerja sama dengan angkutan laut, TNI, dan Polri.
*Langkah langkah yang sangat bagus sekali dengan memfasilitasi masyarakat kita yang tiketnya tidak bisa atau terlambat untuk bisa diberangkatkan melalui jalur laut,” ungkapnya.
Koordinasi antara pemangku kepentingan dalam pelayanan arus mudik dinilai berjalan dengan baik. Meskipun harga tiket saat ini mencapai titik tertinggi, hal ini tidak berdampak pada inflasi.
“Inflasi Kaltim biasanya didorong oleh harga beras dan transportasi udara. Namun, dengan harga tiket yang sudah mencapai titik tertinggi, kami tidak lagi khawatir akan peningkatan inflasi,” tambah Akmal.
“Syukur nya walaupun tinggi tidak menjadi kontributor bagi inflasi kita,memang tinggi ini persoalan suplai. Tidak ada melewati HET pasti di jaga oleh pengawas. Inikan mekanisme pasar ketika permintaan turun harganya juga turun ,tapi kalau permintaan tinggi harga akan naik.” ungkapnya.
Terkait jumlah penerbangan, Akmal menyatakan bahwa penerbangan dari Samarinda masih kalah jumlah dibandingkan dengan Balikpapan. Namun, pihaknya berupaya untuk meningkatkan jumlah penerbangan di masa mendatang.
“Syukur nya walaupun tinggi tidak menjadi kontributor bagi inflasi kita,memang tinggi ini persoalan suplai. Tidak ada melewati HET pasti di jaga oleh pengawas. Inikan mekanisme pasar ketika permintaan turun harganya juga turun ,tapi kalau permintaan tinggi harga akan naik.
Dalam menjaga keselamatan dan kenyamanan penumpang, Akmal menekankan pentingnya patuh terhadap aturan dan petunjuk dari petugas bandara.
“Kami berharap agar para pemudik dapat mematuhi aturan, menjaga kesehatan, dan keselamatan, sehingga dapat merayakan Idul Fitri dengan gembira di kampung halaman masing-masing,” jelasnya.
Salah satu penumpang, Miranti, mengungkapkan bahwa kenaikan harga tiket tidak signifikan. sebelumnya haega tiket tujuan samarinda – tanggerang senilai 1.700.000 , dan menjelang lebaran menjadi 2.150.000.
“Meskipun harga tiket naik menjelang Idul Fitri, fasilitas dan pelayanan yang diberikan sangat baik. Saya sering bepergian antara Samarinda dan Tangerang, dan tidak pernah mengalami keterlambatan penerbangan,” pungkasnya. #
Reporter: Yani | Editor: Wong