BeritaKaltim.Co

Pada Hari Anti Bullying Sedunia, Sekdakot Ingatkan Balikpapan Sebagai Kota Layak Anak

BERITAKALTIM.CO – Sebagai kota yang telah berhasil meraih penghargaan Kota Layak Anak Kategori Utama, Seketaris Daerah Kota Balikpapan (Sekdakot Balikpapan) Muhaimin mengajak warga masyarakat kota Balikpapan stop bullying atau perundungan.

Hal ini disampaikan saat kegiatan talkshow dan seminar hari anti bulying sedunia yang digagas oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak Dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Balikpapan di Atrium loby Pentacity Balikpapan, Sabtu (18/5/2024).

” Peringatan hari anti bullying sedunia ini memiliki nilai penting sebagai pengingat bagi kita semua bahwa manusia diciptakan setara, tidak ada yang merasa superior yang selalu merasa berhak untuk melakukan perundungan, ” ucapnya.

Fenomena bullying bukan merupakan rahasia umum dan cukup sering ditemukan di lingkungan sekolah maupun sosial media sehingga talkshow dan seminar ini mengundang para praktisi pendidikan untuk membangun karakter peserta didik disertai dengan moral yang baik.

“Semakin maraknya penggunaan sosial media, sehingga pemberitaan atau kasus yang sudah mengedap karena diekspos dimedsos muncul lagi yang lain. Dan bahkan terkadang temannya menonton dan menyebar luaskan kasus bulying. Ini tentu menjadi catatan bagi kita semua,” ucapnya.

Data DP3AKB sepanjang tahun 2024 sampai dengan bulan April jumlah kasus perundungan anak mencapai 11 orang. Ditahun 2022 jumlah kasus perundungan anak sebanyak 5 orang meningkat menjadi 20 orang pada tahun 2023.

“Perundungan apabila terus dibiarkan bukan tidak mungkin akan menyebabkan masalah secara medis maupun psikis yang dapat menghambat perkembangan potensi anak-anak, ” katanya.

Muhaimin menekankan pentingnya peran para pihak terkait mulai dari orangtua, keluarga, guru di sekolah dan lingkungan pergaulan untuk lebih erat membangun sinergi melakukan langkah-langkah pencegahan agar perundungan tidak terulang.

“Dengan melakukan pengawasan penggunaan medsos, yang seringkali menjadi plafon bagi anak-anak kita untuk melihat mempelajari atau meniru hal-hal yang tidak sepantasnya, ” katanya.

Pada kegiatan ini Sekdakot Balikpapan Muhaimin juga menyerahkan penghargaan gender Award kepada para pemenang dan juga deklarasi ramah anak yang melibatkan peserta SMP/Mts kota Balikpapan. #

Reporter: Thina | Editor: Wong

Leave A Reply

Your email address will not be published.