BERITAKALTIM.CO – Desa Loa Lepu, yang terletak di Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara, terus memperkuat kerjasama dengan berbagai pihak untuk mempercepat pembangunan wilayahnya.
Sekretaris Desa Loa Lepu, Rudian Noor, menegaskan pentingnya koordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan para legislator untuk memastikan penggunaan anggaran yang ada, terutama dalam infrastruktur, dapat optimal.
“Meskipun pendapatan anggaran dari APBDes Desa Loa Lepu seharusnya mencukupi, namun masih ada kekurangan terutama dalam infrastruktur,” ujar Rudian pada saat diwawancarai melalui ponselnya, Selasa (21/5/2024)
Lebih lanjut ungkap Rudian, untuk mengatasi tantangan ini, Desa Loa Lepu aktif melibatkan masyarakat dalam merumuskan usulan pembangunan yang mengutamakan kebutuhan lokal.
“Dalam alokasi anggaran, Desa Loa Lepu menerapkan pendekatan musyawarah untuk menentukan prioritas pembangunan,” jelas Rudian.
Meskipun anggaran terbatas, mereka berupaya mengalokasikan dana ke sektor yang dianggap paling penting, baik melalui pendanaan langsung dari negara, APBDes, maupun bantuan dari pihak terkait.
Dengan kerjasama antara pemerintah desa, masyarakat, dan berbagai pihak terkait, Desa Loa Lepu bertekad untuk terus meningkatkan kesejahteraan dan pembangunan wilayahnya sesuai dengan kebutuhan lokal.
“Pendekatan musyawarah dalam alokasi anggaran juga menunjukkan komitmen pemerintah desa untuk membangun desa yang adil dan merata,” papar Rudian.
Meskipun anggaran terbatas, Desa Loa Lepu tetap optimis untuk mencapai tujuannya. Dengan kerjasama dan partisipasi semua pihak, Desa Loa Lepu diharapkan dapat menjadi contoh desa yang inklusif dan berkelanjutan di Bumi Etam.#
Reporter: Sandi|editor: Hoesin KH|Adv|Diskominfo Kukar