BERITAKALTIM.CO – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Kalimantan Timur mencatat pertumbuhan positif pada transaksi kartu ATM/debit secara tahunan (year-on-year/yoy), yakni naik sebesar 11,42 persen.
Kepala KPw BI Kaltim, Budi Widhihartanto, mengungkapkan bahwa nilai transaksi tersebut mencapai Rp40,31 triliun. Angka ini lebih tinggi dibandingkan kuartal IV tahun 2023 yang mengalami kontraksi 3,31 persen (yoy) dengan nominal Rp47,24 triliun.
“Volume transaksi kartu ATM/Debit juga meningkat 10,42% yoy, mencapai 35,42 juta transaksi, dibandingkan dengan 32,87 juta transaksi pada kuartal IV/2023,” ujar Budi pada saat diwawancarai, Jumat (26/7/2024).
Berdasarkan data KPw BI Kaltim, Kota Balikpapan dan Samarinda berperan sebagai penggerak utama dalam pertumbuhan transaksi ATM/debit.
Samarinda menyumbang 29 persen dan Balikpapan sebesar 28 persen, disusul dengan Kabupaten Kutai Kartanegara sebesar 11 persen dan Kutai Timur sebesar 10 persen.
“Kota Balikpapan mencatat porsi terbesar dengan 32%, diikuti oleh Kota Samarinda dengan 30%, serta Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kutai Timur masing-masing sebesar 10% dan 8% secara volume,” tambahnya.
Tidak hanya transaksi kartu ATM/Debit, pertumbuhan juga terlihat pada transaksi uang elektronik (UE) baik secara nominal maupun volume.
Pada kuartal I tahun 2024, transaksi UE tumbuh sebesar 28,07 persen (yoy) atau sekitar Rp1,48 triliun, lebih tinggi dibandingkan kuartal IV/2023 yang tumbuh 24,50 persen yoy dengan nominal Rp1,45 triliun.
Volume transaksi UE meningkat 40,39 persen (yoy) mencapai 12,63 juta transaksi, dibandingkan kuartal IV/2023 yang hanya mencapai 12,39 juta transaksi.
“Pertumbuhan transaksi UE juga didorong oleh peningkatan jumlah akun UE, meskipun sedikit melambat. Namun, pertumbuhan ini sejalan dengan peningkatan penggunaan kanal nontunai untuk transaksi ritel di pusat perbelanjaan, transportasi, dan jalan tol,” pungkasnya. #
Reporter: Sandi | Editor: Wong
Comments are closed.