BERITAKALTIM.CO – PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) untuk wilayah Kalimantan Tengah termasuk Kota Palangka Raya dalam kondisi aman serta mencukupi.
“Pertamax tersedia 1.172.000 liter, kemudian Pertalite tersedia lebih dari 3.300.000 liter,” jelas Executive General Manager Regional Kalimantan PT Pertamina Patra Niaga Isfahani di Palangka Raya, Kalteng, Minggu.
Kemudian dia menjelaskan untuk Biosolar tersedia hingga 2.179.000 kiloliter dengan cakupan minimal hingga 11 hari. Kemudian akan ada pengiriman-pengiriman kembali untuk ketersediaan, sesuai dengan perencanaan.
“Artinya ini cakupan ini sangat kuat untuk kita amankan dan simulasi untuk pengiriman kargo itu sudah terencana,” jelasnya.
Lebih lanjut Isfahani menjelaskan berkaitan dengan kondisi antrean panjang pengisian BBM khususnya di Palangka Raya, melalui beberapa langkah konkret yang akan dan sedang dilaksanakan saat ini diharapkan segera teratasi dan kembali normal.
Di antaranya yang pihaknya lakukan adalah dengan menyiagakan dan mengoperasikan SPBU secara 24 jam, kemudian juga melaksanakan pengiriman pasokan melalui terminal-terminal yang selama ini mendukung kebutuhan di Kalimantan Tengah khususnya Palangka Raya.
“Saat ini ditopang oleh terminal BBM di Pulau Pisau dan juga mendapatkan dukungan secara RAE atau Regular Alternative Emergency melalui Terminal BBM di Banjarmasin. Kami menambahkan juga untuk penguatan tersebut adalah 54 persen mobil tangki yang kita siapkan, siagakan untuk mendukung pendistribusian BBM,” tegasnya.
Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan, Edi Mangun mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak melakukan pembelian berlebih (panic buying) serta melakukan pengisian BBM sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku agar distribusi dapat berjalan lebih lancar dan merata.
“Kami berkomitmen menjaga kelancaran distribusi energi di wilayah Kalimantan Tengah melalui sinergi bersama pemerintah daerah serta lainnya,” jelasnya.
ANTARA | WONG
Comments are closed.