BERITAKALTIM.CO – Menjelang perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Republik Indonesia yang jatuh pada 17 Agustus, semarak persiapan terlihat di berbagai sudut kota.
Namun, berbeda dengan euforia masyarakat yang antusias menyambut momen bersejarah ini, para penjual bendera merah putih di Samarinda justru harus menelan pil pahit akibat menurunnya omzet penjualan secara signifikan.
Lisnawati (48), seorang penjual bendera di kawasan Jalan Kesuma Bangsa, Samarinda Kota, mengeluhkan sepinya pembeli yang berbanding terbalik dengan suasana tahun lalu.
“Dalam beberapa hari ini cuma 1 atau 2 bendera saja yang laku, padahal sebentar lagi sudah mau 17 Agustus,” ujarnya, Kamis (8/8/2024).
Ia menuturkan bahwa situasi ini bukan hanya dialaminya sendiri, tetapi juga oleh penjual bendera lainnya di Samarinda.
Salah satu faktor yang diduga menjadi penyebab penurunan ini adalah banyaknya toko-toko di Samarinda yang kini turut menjual bendera merah putih, sesuatu yang jarang terlihat pada tahun-tahun sebelumnya.
“Dulu belum banyak toko yang jual bendera, sekarang saya perhatikan sudah cukup banyak yang jual salah satunya toko-toko buku,” tambahnya.
Muhdi (40), penjual bendera lainnya di Jalan Pramuka, Kecamatan Sempaja Selatan, mengakui mengalami nasib serupa. Menurutnya, minat beli masyarakat tahun ini jauh berbeda dibandingkan tahun lalu, di mana pembeli masih ramai berdatangan.
“Kalau dibandingkan memang beda, karena tahun lalu itu lumayan ramai yang beli,” ungkapnya.
Muhdi menjelaskan bahwa pembeli bendera biasanya datang dari kalangan Rukun Tetangga, instansi pemerintah, dan swasta yang ingin memeriahkan HUT RI dengan menghiasi lingkungan sekitar mereka.
Namun, kebiasaan menyimpan bendera dari tahun-tahun sebelumnya dan mencucinya untuk dipakai ulang turut berkontribusi pada turunnya penjualan.
“Ada juga yang disimpan lalu dicuci lagi waktu mau agustusan, karena ini digunakan momentuman saja,” tuturnya.
Meski demikian, para penjual bendera ini tetap berharap menjelang hari kemerdekaan nanti, penjualan bendera akan meningkat dan masyarakat dapat mewarnai lingkungannya dengan bendera yang baru dan bersih.
“Hari spesial harapannya semua yang dipersiapkan itu juga terlihat bagus dan bersih, jadi perayaannya bisa terasa,” pungkasnya. #
Reporter: Sandi | Editor: Wong
Comments are closed.