BERITAKALTIM.CO – Ibu Kota Nusantara (IKN) kembali menorehkan sejarah baru dengan peresmian Sumbu Kebangsaan, sebuah ruang terbuka hijau yang inklusif, oleh Presiden Joko Widodo.
Acara peresmian yang berlangsung di Plaza Seremoni, Sumbu Kebangsaan, dihadiri oleh beberapa jajaran menteri, serta Plt. Kepala dan Plt. Wakil Kepala Otorita IKN, serta perwakilan dari Kementerian PUPR dan Otorita IKN, Rabu (14/8/2024).
Dalam pidatonya, Presiden Joko Widodo menekankan pentingnya Sumbu Kebangsaan sebagai simbol keharmonisan hubungan antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan alam lingkungan, dan manusia dengan sesamanya.
“Sumbu Kebangsaan ini merupakan ruang terbuka yang menggambarkan keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, manusia dengan alam lingkungan, dan manusia dengan sesamanya. Saya berharap kehadiran Sumbu Kebangsaan yang dilandasi filosofi keluhuran hubungan Tuhan, manusia, dan alam akan menjadikan Ibu Kota Negara Nusantara sebagai kota yang harmonis, nyaman, dan damai,” ungkapnya.
Sumbu Kebangsaan yang diresmikan ini bukan hanya sebuah ruang publik biasa, melainkan sebuah kawasan yang dirancang dengan nilai-nilai artistik dan filosofis yang mendalam. Penataan kawasan ini meliputi pembangunan Plaza Seremoni, Jalur Pejalan Kaki, Jalur Pesepeda, Share Street, Visitor Centre, Amfiteater, Galeri UMKM, dan Forest Trail.
Dalam waktu dekat, Sumbu Kebangsaan akan menjadi pusat perhatian saat IKN menyambut perayaan Hari Ulang Tahun ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT ke-79 RI) pada 17 Agustus mendatang. Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa IKN sudah mendekati 100 persen kesiapan dalam menyelenggarakan perayaan tersebut, setelah melakukan peninjauan ulang yang menunjukkan bahwa segala persiapan sudah dalam kondisi yang bagus.
Plt. Wakil Kepala Otorita IKN, Raja Juli Antoni, menegaskan bahwa Sumbu Kebangsaan adalah salah satu kebanggaan bangsa yang mencerminkan kerja keras anak bangsa dalam membangun masa depan IKN.
“Sumbu Kebangsaan merupakan salah satu dari Kawasan Ibu Kota Nusantara yang sangat patut kita banggakan, hasil karya anak bangsa. Tentunya Ibu Kota Nusantara akan dapat dinikmati oleh generasi sekarang dan yang akan datang,” tuturnya.
Raja Juli Antoni juga menambahkan bahwa pembangunan kawasan ini, yang dimulai pada Desember 2022, berhasil diselesaikan dalam waktu kurang dari 20 bulan. Menurutnya, keberhasilan ini adalah bukti dari spirit dan kerja sama erat antar elemen bangsa Indonesia.
“Momen peresmian ini tidak hanya menjadi simbol kebanggaan, tetapi juga menumbuhkan harapan dan visi untuk masa depan IKN.” tambahnya.
Dwi Yoga Mukti, seorang jurnalis asal Balikpapan, Kalimantan Timur, mengekspresikan visinya terhadap Sumbu Kebangsaan dan IKN ke depannya.
“Sumbu Kebangsaan kelak akan menjadi Surga para Pedestrian yang bisa berjalan-jalan menikmati taman, menikmati kolam dan juga pohon-pohon yang sekian tahun kemudian akan rindang, dan bisa dibilang akan banyak masyarakat yang dapat menikmati itu. Ke depannya saya yakin Ibu Kota Nusantara akan membawa manfaat, tidak hanya bagi masyarakat lokal, regional, tapi juga bagi dunia,” kata Yoga.
Yoga juga menambahkan bahwa momen peresmian ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi pengingat bahwa karya besar ini adalah hasil dari kerja keras putra bangsa sendiri.
Antusiasme masyarakat Kalimantan Timur, khususnya dalam menyambut perayaan ini, sangat tinggi. Yoga, mewakili masyarakat Kalimantan Timur, mengungkapkan bahwa perayaan HUT RI ke-79 di IKN ini akan menjadi momen yang sangat dinantikan, terutama karena ini adalah pertama kalinya upacara diselenggarakan di Kalimantan.
Senada dengan Yoga, Plt. Wakil Kepala Otorita IKN juga berharap bahwa semangat baru Nusantara yang terlahir dari antusiasme masyarakat ini akan mendorong Indonesia menuju masa depan yang lebih maju, sejalan dengan slogan HUT ke-79 RI kali ini, “Nusantara Baru, Indonesia Maju.”
Dengan peresmian Sumbu Kebangsaan, Ibu Kota Nusantara tidak hanya memperkenalkan ruang terbuka hijau yang inklusif, tetapi juga mengukir sejarah baru dalam perjalanan panjang pembangunan bangsa, yang akan menjadi warisan berharga bagi generasi mendatang. #
Reporter: Yani | Editor: Wong
Comments are closed.