BERITAKALTIM.CO – Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti, menyoroti kondisi dunia pendidikan di Kota Tepian yang masih menghadapi berbagai masalah serius, mulai dari sarana dan prasarana hingga ketersediaan sumber daya manusia (SDM).
Ia mengungkapkan bahwa banyak sekolah di Samarinda yang masih kekurangan guru, serta terdapat beberapa kecamatan yang tidak memiliki sekolah, baik di tingkat SMP maupun SMA.
“Gimana mau maju pendidikan kita kalau jumlah gurunya kurang, belum ditambah dengan masalah infrastruktur sekolah yang masih belum memadai,” tegas Sri Puji Astuti dalam rapat komisi, Jumat (23/8/2024).
Menurutnya, penyelenggaraan pendidikan tidak akan optimal tanpa adanya sinkronisasi antara anggaran dan ketersediaan guru, baik yang berstatus honor, PNS, maupun PPPK.
Kekurangan ini, lanjutnya, menjadi penghambat utama dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Samarinda.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Sri Puji Astuti mengusulkan revisi Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Pendidikan sebagai langkah solusi.
Revisi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi guru dan murid, serta meningkatkan kualitas pendidikan di Samarinda.
“Perda ini tentunya akan berpihak kepada guru dan murid dan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Samarinda,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa masih banyak aspek yang perlu diperbaiki dalam dunia pendidikan di Samarinda, khususnya terkait sarana dan prasarana yang belum memadai, kebutuhan SDM, serta alokasi anggaran yang perlu diperhatikan dengan lebih serius.
“Diharapkan revisi tersebut bisa menjadi solusi bagi kita untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Samarinda,” pungkasnya. #
Reporter: Sandi | Editor: Wong
Comments are closed.