BERITAKALTIM.CO – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Balikpapan menggelar kegiatan Sosialisasi Pengarusutamaan Gender (PUG) dan Perencanaan dan Penganggaran yang Responsif Gender (PPRG) untuk perusahan di kota Balikpapan.
Sosialisasi ini dihadiri sejumlah perwakilan perusahaan yang ada di Kota Balikpapan yang berlangsung di Gedung Parkir Klandasan Lantai 8 Balikpapan, Rabu (24/9/2024).
Tujuan dari kegiatan ini adalah selain untuk mensosialisasikan atau mengenalkan atau organisasi yang ada di kota Balikpapan agar dapat mengimplementasikan pengarusutamaan gender dan dapat berkontribusi dalam mewujudkan pembangunan kota Balikpapan yang responsif gender .
Kabid Perlindungan Perempuan DP3AKB kota Balikpapan Hj Rinda Setyawati menyampaikan bahwa Kota Balikpapan telah berkomitmen dalam mewujudkan pembangunan yang berbasis pada kesetaraan dan keadilan.
“Hal ini termuat dalam misi kota Balikpapan yaitu mewujudkan kota nyaman dihuni yang berwawasan lingkungan terutama bagi perempuan bagi anak dan juga bagi penyandang disabilitas, ” ucap Rinda.
Implementasi kesetaraan gender atau PUG penting dilakukan mengingat masih ada kesenjangan partisipasi pembangunan perempuan dan laki-laki, dan juga belum optimalnya sumber daya manusia khususnya pada kelompok perempuan
. Misalnya secara global di perusahaan selalu ada ruang merokok laki-laki, tetapi ruang menyusui wanita belum diperhatikan.
“Jadi pada pertemuan ini saya mengajak Bapak Ibu untuk lebih berempati pada perempuan,” ucapnya.
Oleh karena itu, Rinda mengatakan akan mengajak perusahaan swasta untuk mendukung pemerintah dalam mendukung kesetaraan gender.
Lanjut Rinda menjelaskan, kesamaan gender itu prinsip bahwa semua orang harus memiliki kesempatan sumber daya dan pengetahuan dan sarana.
“Kesetaraan gender merupakan salah satu hak asasi manusia yang menjamin bahwa semua orang termasuk perempuan itu memiliki hak yang sama dan bebas dari ketakutan bebas serta bebasmenentukan pilihan hidupnya , ” katanya.
Rinda menyebut pembangunan daerah yang responsif gender adalah pembangunan yang memberikan kesetaraan dan keadilan gender
“Pembangunan yang responsif gender itu dilakukan dengan mengintegrasikan pengalaman aspirasi kebutuhan potensi dan penyelesaian
perempuan dan laki-laki, ” tutupnya. #
Reporter: Thina | Editor: Wong
Comments are closed.