BERITAKALTIM.CO- JIKA bercerita tentang “Bungker Jepang” sudah pasti erat kaitannya dengan penjajahan Jepang di tanah air. Maka tidak mengherankan, jika diseluruh wilayah hukum administrasi Balikpapan terdapat benda bersejarah, peninggalan berupa Goa Jepang, dan bungker dari berbagai bentuknya, bahkan sejumlah benda peninggalan sejarah tersebut sudah terverifikasi oleh dinas dan instansi yang membidanginya.
Bungker-bungker tersebut terdapat tidak hanya di perbukitan namun juga, dengan jumlah terbanyak berada pesisir pantai teluk Balikpapan. Seperti kawasan Gunung Air Terjun Utara (Gatu) Sekitaran Perumahan Gunung Pipa tidak jauh dari Tangki I, yang menghadap Utara mengawasi perairan teluk Somber, atau perairan Sungai Somber yang menghubungkan
dua Kecamatan antara Balikpapan Barat dan Utara.
Keberadaan bungker Jepang di kawasan Gunung Pipa dan bersebelahan dengan Tangki I, milik BPM memang bentuk berbeda dengan bungker yang ada di Batakan, Manggar dan Lamaru. Bentuk persegi empat dan lubang pengintai segi empat panjang menngikuti bentuk ukiran bangunan. Pintu masuknya pun harus melalui lubang sempit seukuran badan manusia, menghadap ke utara mengawasi Teluk Somber dari kawasan Gunung Pipa.
Karena Sebelum Sekutu bisa melintasi Sungai Somber yang bemuara dari Teluk Balikpapan Barat, harus lolos dari hadangan Meriam, yang juga sebagai pertahanan tentara Jepang di muara teluk Kampung Baru, dan Gunung Traktor/ Gunung Bugis muara teluk Balikpapan Barat, yang berada di Kawasan Tanjung Batu, sekarang merupakan kawasan perusahaan Petrosea Tanjung Batu Balikpapan.
Bungker Jepang lainnya, juga seperti di kawasan Pantai Strand, Gunung Kemundur, Batakan, Manggar, Lamaru, Teritip dan kawasan lainnya. Salah satu contoh keberadaan Bungker Jepang yang berada di tepi pantai (laut) dan sangat terpelihara, bersih dan panorama lautnya yang indah, berada di belakang PT Rimex, lingkungan RT 33, Jalan Mulawarman dalam wilayah Kelurahan Sepinggan Raya, Kecamatan Balikpapan Kota.
Keberadaan Bunker ini sejak Jepang berhasil menginjakkan kakinya dan mengambil alih kekuasaan Kolonial dengan paksa (1942), masa PD II. Semenjak itu Jepang mulai membangun sejumlah pertahanan. Seperti apa yang telah diceritakan penulis di atas erat kaitannya dengan sejarah Jepang di Balikpapan. Dengan tujuan ingin menguasai ladang minyak untuk kebutuhan Perang Asia Pasifik, dengan cara paksa dari kekuasaan Kolonial.
Bungker yang dibangun di tepi pantai, gunanya mempermudah pengawasan dari sejumlah kapal yang masuk ke teluk Balikpapan. Sekaligus mengantisipasi serangan dari arah laut secara tiba-tiba, sebelum mencapai daratan Balikpapan menghadapi serangan Sekutu. Tentara gabungan Australia, USA, New Zealand, yang bertekad menghabisi kekuasaan Jepang dan sekaligus untuk mengakhiri PD II.
Pada saat itu Jepang menguasai perang Asia Pasifik (PD II), dan bahkan Amerika sendiri pernah kecolongan, dalam peristiwa pengeboman “Pearl Harbour”, di Pulau Tahiti, Hawai, pada Tanggal 7 Desember 1941, pangkalan Angkatan Laut terbesar milik Amerika.
Hal itu di lakukan Jepang untuk melemahkan kekuatan Amerika, dengan peristiwa tersebut, sehari setelah itu (8 Desember 1941), Amerika menyatakan perang terhadap Jepang.
Misi dendam itulah, USA tergabung dalam pasukan Sekutu, hingga Jepang takluk dan menyerah tanpa syarat pada tanggal 14 Agustus 1945, yang di dahului dua buah bom atom dijatuhkan di Hiro Sima (6/8/45) dan Naga Saki (9/8/45). Kemudian Jepang menandatangani surat penyerahan pada Tanggal 2 September 1945 di atas Kapal USS Missouri di Teluk Tokyo, pada saat itu.
Maka bukti sejarah berupa bungker Jepang, telah menjadi benda cagar budaya, seperti yang berada di wilayah Kelurahan Sepinggan Raya, di belakang PT Rimex. Bangunan berbentuk huruf Z, berukuran panjang 15 meter, lebar 3,6 meter kedalaman 2,5 meter, setelah abrasi pantai. Sebelumnya kedalaman mencapai 4 meter, memiliki dua pintu depan
dan belakang.
Memiliki lubang pengintai/mengintip, ada dua bentuk, yang segi panjang satu bentuk, dan lubang bulat kecil berjumlah 41 buah.
Juga terdapat pintu masuk sebelah kiri ada 4, sebelah kanan ada 6 pintu, di tengah sisi kanan lubang kecil ada 10, dan segi panjang. Sebelah sisi kiri ada 10 pintu, dan pintu keluar sisi kiri ada 7, sisi kanan ada 4 lubang.
Itulah sekilas tentang Bunker peninggalan Jepang, yang hingga kini masih terpelihara dan dirawat, sebagai salah satu tempat pilih tempat objek wisata yang bernuansa Sejarah Balikpapan.#
Penulis: Muhammad Asran/Pemerhati Sejarah|Editor: Hoesin KH
Comments are closed.