BERITAKALTIM.CO – Pernyataan kontroversial dari Calon Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor, yang viral di media sosial, memicu perdebatan di tengah publik.
Dalam sebuah video yang beredar, Isran Noor terlihat berinteraksi dengan seorang ibu yang salah menyebutkan nama Calon Bupati Kutai Kartanegara. Sang ibu, yang awalnya menyebut nama Dendi Suryadi, segera mengoreksi pernyataannya dan menyebut Edy Damansyah sebagai pilihannya.
Namun, muncul respons Isran Noor terhadap kesalahan penyebutan nama oleh ibu itu. Dalam video tersebut, Isran dengan nada santai merespon dengan narasi kalimat; “Maksud ibu itu, Dendi hendak diinjak-injak, bukan dicoblos gambarnya,” sembari memperagakan gerakan kaki menginjak tanah.
Pernyataan tersebut segera menyebar luas di berbagai platform media sosial, memancing emosi pendukung Dendi Suryadi serta publik yang mengikuti perkembangan kampanye Pemilihan Bupati Kukar.
Kondisi ini semakin memanaskan suasana kampanye yang sudah penuh ketegangan. Pemilihan Bupati Kutai Kartanegara, yang dijadwalkan berlangsung pada 27 November mendatang, menjadi ajang adu kuat antara calon-calon yang bersaing ketat.
Dendi Suryadi, Calon Bupati Kukar yang namanya disebut dalam insiden tersebut, merespons dengan sikap tenang. Ia menekankan pentingnya keteladanan dalam kepemimpinan dan mengimbau para pendukungnya untuk tetap tenang menghadapi provokasi.
“Kalau ada orang yang ingin menginjak-injak foto saya, ya silakan. Kita serahkan kepada masyarakat untuk menilai, siapa pemimpin yang bisa menjadi contoh teladan,” ujar Dendi dalam pernyataannya pada Selasa (8/10/2024) malam.
Lebih lanjut, Dendi mengingatkan para relawan dan simpatisannya agar tidak terprovokasi oleh tindakan yang memicu emosi.
“Jangan emosi atau baper. Kita tetap fokus pada tujuan untuk membuat masyarakat Kutai Kartanegara lebih makmur dan bahagia,” tegasnya.
Menurut Dendi, menjaga kedamaian dalam proses politik adalah hal yang sangat penting. Ia bahkan mengajak para pendukungnya untuk menanggapi insiden tersebut dengan senyuman atau bahkan ajakan joget sebagai bentuk sikap positif.
Seiring dengan memanasnya suasana menjelang hari pemilihan, Dendi tetap berusaha menjaga suasana damai dan menghindari konflik terbuka.
“Kita tidak boleh membiarkan provokasi merusak tujuan besar kita untuk membawa perubahan yang lebih baik bagi Kutai Kartanegara,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, Tim Pemenangan Isran Noor belum memberikan tanggapan resmi terkait insiden tersebut. Ketua Tim Pemenangan Isran Noor, Iswan Priady, belum bisa dihubungi meski upaya untuk menghubunginya melalui telepon dan pesan singkat WhatsApp telah dilakukan sejak Selasa (8/10/2024) hingga Rabu (9/10/2024) pagi.
Pemilihan Bupati Kutai Kartanegara kali ini menjadi salah satu ajang politik paling panas di Kalimantan Timur, dengan berbagai isu yang berkembang. Kendati demikian, kedua kandidat diharapkan mampu menjaga etika politik yang sehat demi terciptanya pemilihan yang damai dan bermanfaat bagi masyarakat. #
Reporter: Yani | Editor: Wong
Comments are closed.