BERITAKALTIM.CO – Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik, terus mendorong perusahaan tambang di wilayah Kaltim untuk lebih berperan dalam tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) demi kesejahteraan masyarakat sekitar.
Dalam kunjungannya ke PT Kideco Jaya Agung di Kabupaten Paser, Akmal Malik menyampaikan apresiasi atas upaya konkret perusahaan tersebut dalam memanfaatkan lahan bekas tambang untuk kepentingan sosial.
“Kideco sudah melakukan banyak hal positif, mulai dari pembinaan UMKM, pengembangan pariwisata, hingga program penanaman pohon. Ini bukti bahwa peran pertambangan dapat memberikan dampak nyata bagi pembangunan masyarakat,” ujar Akmal Malik di Samarinda, Kamis (10/10/2024).
Salah satu langkah signifikan yang diambil Kideco adalah menyerahkan sekitar 8,5 hektare lahan bekas tambang untuk dimanfaatkan dalam pengembangan pertanian terintegrasi. Lahan ini akan dikelola oleh masyarakat sekitar bekerja sama dengan pihak perusahaan.
“Kemarin ada 13 ekor sapi yang diserahkan kepada kelompok masyarakat. Harapannya, ini bisa dikelola dengan baik sehingga dapat berkembang. Inilah bukti bahwa pertambangan tidak hanya mengekstraksi sumber daya, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Dia juga menyampaikan harapannya agar program hortikultura, seperti penanaman jeruk, alpukat, dan durian, dapat dikembangkan di lahan bekas tambang lainnya.
“Ke depan, kita bisa dorong lebih banyak lagi tanaman hortikultura. Tadi sudah kita mulai, dan saya optimis ini bisa berkembang lebih luas,” ungkapnya.
Akmal Malik menepis narasi negatif yang sering kali beredar di media sosial mengenai industri tambang di Kaltim.
Dia menegaskan bahwa perusahaan tambang di wilayah ini, termasuk Kideco, patuh terhadap aturan dan memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat.
“Perusahaan tambang di Kalimantan Timur taat asas. Mereka memenuhi seluruh ketentuan peraturan perundang-undangan dan berperan penting dalam pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat setempat,” katanya.
Kunjungan Akmal Malik ke Kideco dihadiri oleh perwakilan 22 perusahaan tambang lainnya. Dia berharap perusahaan-perusahaan tersebut dapat belajar dari program-program TJSL yang telah dijalankan oleh Kideco, dan memodifikasinya agar sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat di sekitar tambang mereka.
“Ini forum untuk berbagi pengalaman dan menciptakan kesepahaman bahwa pertambangan hadir untuk kesejahteraan masyarakat. Kideco sudah menjadi contoh baik, dan kami ingin perusahaan lain meniru langkah-langkah positif yang telah dilakukan,” tuturnya.
Selama kunjungannya, Akmal Malik juga meninjau berbagai program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang telah dilakukan oleh Kideco.
“Program tersebut mencakup penanaman pohon di lahan bekas tambang sebagai bagian dari upaya penghijauan dan konservasi lingkungan,” pungkasnya.
Dengan berbagai program ini, Akmal Malik berharap perusahaan tambang di Kaltim semakin aktif dalam menjalankan tanggung jawab sosialnya, sehingga masyarakat di sekitar tambang benar-benar merasakan manfaat dari kehadiran industri ini. #
Reporter: Yani | Editor: Wong
Comments are closed.