BeritaKaltim.Co

Oktavia: Pemda Harus Gandeng Swalayan Untuk Wadah Pelaku UMKM

BERITAKALTIM.CO-Produk-produk unggulan UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) yang ada di Berau bisa dikatakan sudah memenuhi standar yang ada, hanya saja masih banyak perusahaan-perusahaan yang ada di Berau seperti swalayan, retail modern yang belum memberikan tempat bagi pelaku-pelaku UMKM yang ada di Berau.

Pemerintah daerah Berau sudah selayaknya ikut turun tangan membenahi permasalahan tersebut.

Hal itu dikemukakan anggota DPRD Kabupaten Berau Oktavia mengimbau kepada pemerintah daerah, agar menggandeng swalayan atau retail modern untuk wadah para pelaku UMKM.

“Saat ini sudah banyak produk UMKM khas Berau bermunculan dalam bentuk kemasan botol minuman dan makanan. Maka pemerintah harus menggandeng mereka supaya bisa terjual di swalayan atau retail modern,” kata Oktavia di ruang kerjanya, Rabu (16/10/2024).

Tak hanya itu, lanjut Oktavia sudah banyak produk UMKM khas Berau telah melampirkan kadar bahan baku serta memiliki sertifikat halal.

“Sehingga yang belum memiliki pengemasan lengkap, imbauan kami ini bisa menjadi perhatian pemerintah supaya diberi bantuan anggaran dan pengurusan administrasi layak konsumsi,” papar Oktavia.

Menurut Oktavia UMKM yang telah memiliki standar kelayakan konsumsi, agar tidak juga diberatkan soal harga bagi hasil yang akan ditetapkan pemerintah.

“Soalnya kalau bagi hasil berupa potongan pajak yang tinggi, kasihan produk UMKM yang mereka kembangkan. Apa lagi belum modal bahan pokok dan kemasan mereka harus siapkan kembali. Maka harus ada pertimbangan saling menguntungkan kedua belah pihak,” tutur Oktavia berharap.

Oktavia juga meminta Disperindagkop Berau lakukan pelatihan ketrampilan kepada para pelaku UMKM, agar semakin inovatif ciptakan produk makanan dan minuman khas wilayah masing-masing kecamatan.

“Hal ini bertujuan untuk terciptanya daya saing produk sehat pada pasaran ekonomi kreatif dan masyarakat,apa serta wisatawan punya pilihan berbagai produk UMKM terkini dengan harga terjangkau,” papar Oktavia.

Reporter: Ana|Editor: Hoesin KH|Adv|DPRD Berau

Comments are closed.