BERITAKALTIM.CO – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) terus mengambil langkah proaktif dalam meningkatkan minat baca masyarakat, terutama di kalangan generasi muda.
Salah satu inovasi terbaru yang diluncurkan adalah Buncu Baca Etam, sebuah perpustakaan digital mini yang memungkinkan akses mudah terhadap ribuan judul buku digital. Hingga saat ini, DPK Kaltim telah mendistribusikan 86 unit Buncu Baca Etam ke berbagai wilayah di Kaltim.
Kepala DPK Kaltim, Muhammad Syafranuddin, menjelaskan bahwa pendistribusian Buncu Baca Etam merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan literasi di Kaltim.
“Kami terus berupaya agar literasi semakin tumbuh, terutama di kalangan anak muda. Dengan Buncu Baca Etam, masyarakat tidak lagi harus datang ke perpustakaan untuk mengakses buku. Cukup memindai kode QR, mereka sudah bisa menikmati berbagai bacaan yang tersedia secara gratis,” ujar Syafranuddin, saat ditemui di kantor DPK, Rabu (30/10/2024).
Buncu Baca Etam, yang merupakan inovasi dalam bentuk kotak kecil, diprogram untuk menyediakan ribuan judul buku digital yang dapat diakses oleh siapa saja melalui teknologi QR code.
Inovasi ini diharapkan mampu menjadi solusi bagi masyarakat yang kesulitan mengakses perpustakaan fisik, terutama di daerah-daerah terpencil di Kaltim.
“Ke depannya, kami targetkan hingga akhir tahun 2024, sebanyak 100 unit Buncu Baca Etam akan tersebar di berbagai lokasi strategis, seperti sekolah, terminal, ruang publik, dan tempat-tempat umum lainnya yang mudah diakses masyarakat,” tambah.
Inovasi Buncu Baca Etam mendapat sambutan positif dari masyarakat. Dengan adanya perangkat ini, masyarakat dapat dengan mudah mengakses informasi, pengetahuan, dan berbagai bacaan menarik tanpa harus mengunjungi perpustakaan fisik.
DPK Kaltim berharap, langkah ini akan secara signifikan membantu meningkatkan minat baca, khususnya di kalangan generasi muda, yang diharapkan menjadi motor penggerak perubahan di masa depan.
Meski begitu, Syafranuddin mengakui bahwa investasi untuk pembuatan setiap unit Buncu Baca Etam tidaklah kecil.
“Biaya untuk pembuatan satu unit Buncu Baca Etam mencapai Rp104 juta. Namun, kami yakin investasi ini sebanding dengan dampak positif yang dihasilkan. Akses terhadap informasi dan pengetahuan yang lebih luas tentu akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kaltim,” jelasnya.
Dengan semakin banyaknya Buncu Baca Etam yang tersebar di berbagai titik di Kaltim, diharapkan masyarakat akan semakin gemar membaca, dan pada akhirnya turut serta membangun masyarakat yang lebih cerdas dan berdaya saing.
“Dengan Buncu Baca Etam, kami membuka akses literasi lebih lebar lagi. Semakin banyak informasi yang bisa didapatkan masyarakat, semakin besar pula peluang mereka untuk meningkatkan kualitas hidup dan pendidikan,” pungkasnya. #
Reporter : Yani | Editor : Wong | ADV Diskominfo Kaltim
Comments are closed.