BeritaKaltim.Co

Riswansyah Pakai Data dalam Racun Tembakau Anton Chekov

BERITAKALIM.CO-Pemain teater asal Kabupaten Berau, Riswansyah tampil dalam lomba monolog yang digagas Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kaltim, di Gedung Rizani Asnawi Taman Budaya Kaltim, Jum’at 15/11/2024) lalu, berhasil menyabet sebagai penyaji terbaik 3, dalam Lomba Monolog Kaltim Kemilau Fest 2024.

Keberhasilan Riswansyah sebagai penyaji terbaik 3, sepertinya tidak berlebihan, karena pengalaman Riswansyah sebagai pemain teater cukup lama bersama Sanggar Kreasi Seni Drama Berau, sehingga berbagai peran dalam pementasan sudah banyak dialaminya.

Dalam lomba monolog Riswansyah memilih naskah karya Anton Chekov yang berjudul Racun Tembakau. Riswansyah tampil dengan busana yang rapi, jas dan setangkai bunga merah menghias dadanya.

Naskah Racun Tembakau Anton Chekov, dibawakan Riswansyah cukup lancar dan tidak kaku, semuanya mengalir dengan tenang, ekspresi, intonasi dan gerak tubuh Riswansyah cukup lentur, sehingga dengan enaknya Riswansyah bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya dengan tepat.

Hanya saja luas panggung yang ada di Gedung Rizani Asnawi tidak dimanfaatkan sepenuhnya oleh Riswansyah, jadi pementasan tersebut hanya bermain di 3×3 meter.

Namun ada yang menarik, Riswansyah juga memasang layar monitor, dengan data tentang seluk beluk kerugian bagi perokok yang aktif dalam kegiatan sehari-harinya.

Memanfaatkan layar monitor yang berisi data cukup membantu Riswansyah, dalam menjelaskan tentang racun tembakau dan itu patut diacungi jempol.

Di sinilah kecerdikan dan kemampuan Riswansyah, dalam membedah dan menginterpretasikan naskah Racun Tembakaunya Anton Chekov.

Saat Anton Chekov menuliskan naskah monolognya itu, mungkin tidak mengira bahwa naskahnya itu terus punya relevansi tentang seluk beluk racun tembakau yang melanda seantero dunia.

Yang jelas pentas monolog Riswansyah patut diacungi jempol dan tidak salah kalau dewan juri menobatkan Riswansyah sebagai penyaji terbaik 3 atas kemampuannya dalam memainkan naskah Anton Chekov itu.

Riswansyah sendiri usai tampil dalam lomba yakin bahwa dirinya bisa menyabet salah satu posisi dalam lomba.

“Ada keyakinan bahwa saya bisa menyabet posisi dalam lomba ini, sebab dari pengamatan saya pribadi, saya tampil lebih baik dari peserta-peserta yang sudah tampil,” ungkap Riswansyah tanpa ada kesan sombong.

Dan saat pengumuman lomba, usai lomba Riswansyah dengan nada gembira mengakui akan kemampuan peserta dari Kutai Kartanegara dan Samarinda.

“Kedua pemain dari Kutai Kartanegara dan Samarinda yang berhasil menjadi penyaji terbaik 2 dan penyaji terbaik 1, memang lebih baik dari saya, mereka adalah calon pemain teater yang bagus di masa depan,” ungkap Riswansyah tanpa rasa kecewa.#

Editor: Hoesin KH

Comments are closed.