BERITAKALTIM.CO – Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Damayanti, menyampaikan laporan reses yang memuat sejumlah persoalan dan aspirasi yang diterima selama masa reses.
Dalam laporan tersebut, Damayanti mengungkapkan beberapa titik persoalan penting yang dihadapi masyarakat di berbagai sektor, serta langkah-langkah yang akan diambil untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Kaltim.
Damayanti mengungkapkan bahwa salah satu masalah utama yang dihadapi masyarakat adalah kurangnya pembangunan infrastruktur yang memadai.
Berdasarkan hasil reses, sebanyak 487 aspirasi diterima terkait dengan kebutuhan infrastruktur, yang mencakup pembangunan jalan lingkungan, pembuatan gorong-gorong, serta perbaikan drainase.
Damayanti menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur untuk meningkatkan daya saing wilayah dan mengatasi ketertinggalan antar daerah.
“Pembangunan infrastruktur merupakan kunci untuk mendorong pemerataan pembangunan dan memajukan Kaltim. Kami mendorong pemerintah Provinsi Kaltim untuk mempertimbangkan dengan seksama usulan-usulan ini, yang sebagian besar tidak memerlukan anggaran besar namun memberikan dampak signifikan bagi masyarakat,” ujar Damayanti dalam laporan beberapa waktu lalu.
Dalam laporan tersebut, Damayanti juga menyoroti masalah pendidikan yang masih menjadi tantangan besar bagi Kalimantan Timur.
Salah satu persoalan utama yang dihadapi adalah keterbatasan sarana dan prasarana pendidikan, seperti ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, hingga fasilitas tempat ibadah di sekolah. Tak hanya itu, kesejahteraan dan profesionalisme tenaga pendidik juga menjadi perhatian utama Fraksi PKB.
“Fraksi PKB mendorong agar pemerintah melakukan pendataan yang akurat terhadap kondisi sekolah-sekolah, baik negeri maupun swasta. Terutama untuk wilayah pedesaan yang masih kekurangan tenaga pendidik serta fasilitas yang memadai,” tambah Damayanti.
Fraksi PKB juga menekankan pentingnya pelatihan berkelanjutan bagi para guru, guna meningkatkan kualitas pengajaran di seluruh wilayah Kaltim.
Masalah pertanian juga menjadi sorotan dalam laporan reses ini. Ditemukan adanya penurunan luas lahan sawah serta rendahnya kualitas sumber daya manusia petani. Selain itu, ketergantungan pada teknologi pertanian yang masih rendah membuat petani kesulitan meningkatkan hasil pertanian.
“Fraksi PKB mendesak pemerintah untuk terus berpihak pada petani, baik dalam hal kebijakan maupun pengembangan infrastruktur pertanian. Kami juga mendukung pembangunan infrastruktur jalan yang menghubungkan persawahan dan perkebunan agar proses distribusi hasil pertanian dapat berjalan lancar,” ungkap Damayanti.
Bidang sosial dan ekonomi menjadi area lain yang mendapat perhatian. Fraksi PKB berharap pemerintah dapat memberikan pelatihan, pendampingan, serta bantuan modal kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Hal ini bertujuan untuk mendorong produktivitas dan meningkatkan perekonomian masyarakat, terutama di daerah pedesaan dan kawasan miskin.
Selain itu, masalah kelangkaan LPG 3 kilo dan bahan bakar minyak bersubsidi yang dirasakan masyarakat Kaltim juga menjadi sorotan utama.
“Fraksi PKB meminta pemerintah untuk segera mengambil langkah nyata dalam menyelesaikan persoalan ini agar tidak semakin membebani warga,” tegas Damayanti.
Di sektor kesehatan, Damayanti juga menyampaikan keluhan masyarakat terkait kurangnya pelayanan terhadap pasien BPJS, terutama di rumah sakit pemerintah. Ketidakmampuan membayar biaya BPJS dan keterbatasan waktu rawat inap pasien menjadi masalah besar.
“Untuk itu, kami mendorong pemerintah untuk mengoptimalkan pelayanan kesehatan bagi peserta BPJS dengan menambah tenaga medis dan sarana-prasarana yang memadai. Selain itu, kami juga mengusulkan agar bantuan mobil ambulans lebih diprioritaskan untuk daerah-daerah yang jauh dari pusat pelayanan kesehatan,” tegas Damayanti.
Dalam laporan resesnya, Damayanti menegaskan bahwa PKB akan terus memperjuangkan aspirasi rakyat dan mendesak pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat, baik dalam hal pembangunan infrastruktur, pendidikan, pertanian, sosial, maupun kesehatan.
“Pembangunan di Kalimantan Timur harus merata dan mencakup seluruh aspek kehidupan masyarakat. Kami akan terus bekerja keras untuk memastikan bahwa setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat dapat diprioritaskan dan terealisasi dengan baik,” papar Damayanti.
Reporter : Yani | Editor : Hoesin KH
Comments are closed.