BERITAKALTIM.CO-Ibu Kota Nusantara (IKN) yang terletak di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, membuat pemerintah kota di wilayah penyangga seperti Samarinda membuka lebar-lebar pengembangan kota, sehingga pihak Pemkot Samarinda mengajukan Palaran yang berada di wilayah Samarinda menjadi kota baru yang modern.
Keinginan Pemkot Samarinda itu lalu dituangkan dalam sebuah penawaran yang diajukan ke Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) beberapa waktu lalu.
“Kami menawarkan Kecamatan Palaran sebagai daerah yang ideal untuk memulai dari nol, sebagai kota satelit. Luas Kecamatan Palaran sangat ideal untuk itu,” ujar Wali Kota Andi Harun.
Andi Harun juga menegaskan bahwa Palaran telah masuk dalam desain Bappenas sebagai kota satelit. Pemerintah kota menyusun desain yang tidak hanya mencakup aspek fisik, tetapi juga ekonomi, sosial, kependudukan, dan budaya.
Namun, Andi Harun mengingatkan bahwa pembangunan kota satelit ini memerlukan waktu dan tidak bisa dilakukan secara instan, karena harus diintegrasikan dengan keseluruhan pembangunan IKN.
Keinginan Pemkot Samarinda tersebut tampaknya membawa hasil yang signifikan, Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Seno Aji mengungkapkan minat investor untuk mengembangkan kota satelit sebagai kota pintar di kawasan Palaran, Samarinda, dengan lahan yang disediakan seluas 1.000 hektar.
“Tadi malam ada investor yang menyampaikan kepada saya bahwa mereka akan membangun kota satelit sebagai ‘smart city’ di Palaran dengan lahan yang sudah disiapkan seluas 1.000 hektar. Ini menunjukkan bahwa Palaran akan menjadi kota modern di masa depan,” ujar Seno Aji saat Safari Subuh Ramadan, di Masjid Besar Al-Wustho Palaran, Samarinda, Sabtu (8/3/2025)
Pengembangan Palaran sebagai kota satelit ini menjadi penting, mengingat lokasinya yang strategis, dekat dengan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Pemerintah Provinsi Kaltim juga bakal membangun koneksi langsung dari Kelurahan Bantuas, menuju jalan tol yang terhubung ke Balikpapan dan IKN, mempermudah aksesibilitas dan mobilitas penduduk.
“Kami sedang menggodok upaya ini agar dapat segera terwujud. Penduduk Kecamatan Palaran, Samarinda tentu akan menikmati manfaat dari pengembangan ini,” kata Seno Aji pula.
Seno Aji menekankan bahwa masuknya IKN ke Kaltim membawa perubahan besar bagi daerah penyangga seperti Samarinda. Oleh karena itu, persiapan percepatan pembangunan infrastruktur dan sumber daya manusia menjadi krusial.
“Kita patut bersyukur hidup di Kalimantan Timur, karena kita akan menjadi warga ibu kota. Kita harus mempersiapkan diri untuk menjadi lebih baik dari Jakarta, baik dari sisi sumber daya manusia maupun infrastruktur,” ujar Wagub Kaltim.#
ANTARA|Hoesin KH
Comments are closed.