
BERITAKALTIM.CO- Kiriman bibit tanaman sebagai ucapan selamat menjadi tren baru untuk menyampaikan ucapan selamat pernikahan, ataupun pelantikan Bupati dan Wakil Bupati, Walikota, Gubernur di Indonesia.
Budaya baru ini tumbuh dengan cepat, juga terlihat di Kalimantan Timur ketika relasi mengirimkan ucapan untuk telah dilantiknya Gubernur dan Wakil Gubernur Rudi Mas’ud dan Seno Adji beberapa waktu yang lalu di Samarinda.
Bahkan baru-baru ini di Kabupaten Berau, sepasang pengantin di Tanjung Redeb, koleganya memberikan ucapan selamat tidak dalam karangan bunga. Melainkan ucapan berbentuk bibit pohon buah yang diselipkan selembar kertas ucapan.
Hal ini mendapatkan respon menarik dari kalangan masyarakat pecinta lingkungan, seperti kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Mustakim dan termasuk anggota Komisi II DPRD Berau Sutami.
“Saya sangat sependapat karena lebih banyak manfaatnya dari pada karangan bunga, yang nantinya menjadi produksi sampah baru dan mubazir sekali,” ungkap Sutami.
Pemberian ucapan diungkapkan melalui pemberian bibit pohon buah ataupun bibit tanaman, sangat berguna dan bermanfaat karena bisa menjadi salah bentuk menjaga lingkungan dan menghasilkan.
“Ini juga salah satu langkah baru untuk menumbuhkan nilai ekonomi kepada pemberi dan si penerima, serta akan menjadi pendukung ketahanan pangan untuk rakyat,” tegas Sutami.
Satu sisi lanjut Sutami, penjual bibit tanaman diuntungkan, sedangkan penerima bibit mendapatkan pohon untuk dapat menerima manfaat terhadap lingkungan, menyerap karbon dioksida dan mendapatkan oksigen, mengurangi polusi udara.
“Dengan menanam pohon-pohon juga dapat meningkatkan kualitas udara,” tegas Sutami.
Sutami menambahkan kalau masyarakat Kabupaten Berau bisa menyikapi budaya baru ini, untuk bisa diaplikasikan pada momen-momen ketika ada kolega yang sedang merayakan kebahagiaan, kita turut berbahagia dengan mengirimkan ucapan dalam bentuk pohon buah.#
Reporter: Ana|Editor:Hoesin KH|Adv|DPRD Berau
Comments are closed.