BERITAKALTIM.CO – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 H, Bandara APT Pranoto Kota Samarinda, mempersiapkan sejumlah langkah untuk mendukung kelancaran arus mudik lebaran 2025.
Kepala Bandar Udara (Kabandara) APT Pranoto, Maeka Rindra Hariyanto, mengungkapkan bahwa meskipun terjadi penurunan jumlah penumpang yang cukup signifikan, pihaknya tetap akan memastikan pelayanan mudik berjalan seperti biasa dengan melibatkan berbagai pihak terkait.
Maeka Rindra Hariyanto menjelaskan bahwa pemerintah pusat, melalui perintah dari Presiden RI Prabowo Subianto, Menteri BUMN, Menteri Perhubungan, dan Menteri Pariwisata, telah mengatur kebijakan pelayanan mudik yang akan berlangsung selama dua pekan jelang lebaran.
Di antara langkah-langkah tersebut, pemerintah juga memerintahkan efisiensi layanan penerbangan, yang mengarah pada penurunan jumlah penumpang sekitar 13-14 persen selama periode tersebut.
“Semua ini wajib karena merupakan perintah langsung dari pemerintah, termasuk dari Menteri Keuangan. Penurunan jumlah penumpang diperkirakan mencapai 13 hingga 14 persen menjelang lebaran selama dua pekan. Meski demikian, pelayanan mudik tetap akan berjalan normal, dengan Posko mudik yang melibatkan berbagai pihak seperti Karantina Kesehatan, Karantina Tumbuhan dan Hewan, serta Dinas Perhubungan Kota Samarinda dan Provinsi,” ungkap Maeka saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (13/3/2025).
Terkait dengan pergerakan penumpang, Maeka mengungkapkan adanya penurunan signifikan di bandara sejak beberapa waktu terakhir. Di tengah kebijakan efisiensi penerbangan, jumlah penumpang yang biasa ramai, kini mengalami penurunan yang cukup tajam.
“Penurunan jumlah penumpang saat ini cukup terasa. Rata-rata penumpang per hari sekarang hanya sekitar 1.500 per-tahun, padahal sebelum 2025, angka ini bisa mencapai 2.500 hingga 3.000 penumpang per tahun,” terang Maeka.
Meski demikian, Maeka menambahkan bahwa prediksi pergerakan penumpang pada tanggal 26-27 April 2025, yang merupakan puncak arus mudik, kemungkinan tidak akan mengalami lonjakan signifikan. Hal ini didasari pada tren penurunan yang sudah terlihat sejak beberapa minggu terakhir.
Salah satu dampak dari penurunan jumlah penumpang ini adalah berkurangnya frekuensi penerbangan di beberapa rute. Seperti yang disebutkan Maeka, rute penerbangan Batik Air Jakarta yang sebelumnya memiliki tiga kali penerbangan dalam sehari, kini hanya tersisa dua kali.
Bahkan, dengan kapasitas yang terbatas, penerbangan yang hanya terisi 180 penumpang per 2x penerbangan membuat pendapatan dari penerbangan tersebut menjadi sangat rendah.
“Kalau hanya ada 180 penumpang per 2x penerbangan, dengan dua kali penerbangan, maka total penumpangnya hanya sekitar 360 orang per hari. Dengan tarif yang ada, tentu saja pendapatan yang didapat menjadi sangat kecil. Ini merupakan dampak dari penurunan jumlah penumpang yang signifikan,” jelas Maeka.
Namun, meskipun ada penurunan, Maeka menegaskan bahwa pihak bandara tetap berupaya menjaga pelayanan dan kenyamanan penumpang selama periode mudik. Posko mudik yang melibatkan berbagai instansi terkait akan memastikan proses perjalanan berjalan lancar dan aman, mulai dari pemeriksaan kesehatan hingga karantina tumbuhan dan hewan.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan agar pelayanan mudik tetap berjalan dengan baik, meski dalam kondisi yang tidak ideal ini. Kami berharap masyarakat tetap bisa menjalankan ibadah puasa dan mudik dengan aman dan nyaman,” papar Maeka.#
Reporter : Yani | Editor : Hoesin KH
Comments are closed.