BeritaKaltim.Co

SPMB Bikin Kesenjangan Antar Sekolah Makin Lebar

BERITAKALTIM.CO-Perubahan yang terjadi dalam sistem penerimaan murid baru (SPMB) dapat mengganggu sistem yang sudah berjalan dengan baik. SPMB yang sekarang yang menerapkan sistem rayon akan menciptakan kesenjangan baru yang akhirnya merugikan anak didik.

Sistem zonasi yang telah dilakukan dan diterapkan selama ini, bisa dibilang tepat, karena tidak ada perbedaan antara sekolah satu dengan sekolah lainnya, tidak ada sekolah favorit atau sekolah unggulan, semuanya berjalan setara.

Demikian ditegaskan anggota Komisi I DPRD Berau Rudi Mangunsong, Sabtu (15/3/2025).

Terlebih lagi, tegas Rudi Mangunsong, wilayah Berau yang luas, sehingga SPMB rayonisasi tidak bisa diterapkan begitu saja,  jika kebijakan rayonisasi diterapkan, Rudi khawatir hal ini akan menciptakan sekolah unggulan yang hanya diisi anak-anak dari kalangan pejabat atau pengusaha, sementara sekolah lain dianggap sebagai pilihan kedua.

“Nanti SMP ini jadi favorit, yang lain dianggap buangan. Ini yang tidak boleh terjadi,” ujar Rudi Mangunsong.

Bahkan Rudi Mangunsong khawatir, bila sistem rayonisasi benar-benar diterapkan, maka akan terjadi lonjakan daya tampung bagi sekolah yang dianggap favorit, semua anak akan berlomba-lomba masuk sekolah yang dianggap favorit yang akhirnya akan merugikan sistem belajar mengajar di sekolah.

Di sisi lain, Rudi Mangunsong juga menilai bahwa kondisi sekolah yang ada di kota dengan pedalaman agak berbeda, sekolah di kota fasilitas yang dimiliki memadai, jauh berbeda dengan sekolah yang ada di pedalaman.

“Kondisi sekolah yang ada di Berau masih beragam dan perlu penanganan yang serius, sarana dan prasarana yang ada masih perlu pembenahan. Keterbatasan Ruang Kelas Belajar (RKB) menyebabkan daya tampung sekolah tidak sebanding dengan jumlah siswa yang mendaftar. Padahal, APBD Berau besar untuk penambahan RKB,” papar Rudi Mangunsong.

Ditambahkan Rudi Mangunsong, sistem yang baru, tidak sepenuhnya tepat untuk diterapkan di daerah seperti yang ada di Berau, karena jelas tidak mencerminkan kebersamaan dan kesetaraan dalam pendidikan.

Sebagai wakil rakyat, Rudi Mangunsong akan mencoba untuk mengawal kebijakan baru tersebut, dan kalau sistem itu tidak atau kurang tepat, hendaknya instansi terkait tidak langsung menerapkan kebijakan tersebut secara membabi buta.

“Kita tidak ingin permasalahan yang terjadi dalam SPBD yang baru itu menjadi persoalan dikemudian hari, semuanya harus berjalan dengan baik dan setara, baik itu sarana dan prasarana, tenaga pengajar yang berkualitas, yang semuanya itu adalah untuk kepentingan masyarakat, dengan demikian pendidikan di Berau bisa bersaing dengan wilayah lain yang ada di Indonesia,” tegas Rudi Mangunsong.#

Reporter: Ana|Editor: Hoesin KH|Adv|DPRD Berau

Comments are closed.