BERITAKALTIM.CO – Meskipun Kota Bontang belum menjadi magnet bagi investor besar dalam setahun terakhir, sektor usaha mikro justru menunjukkan tren yang menggembirakan. Dari laporan terbaru, terlihat bahwa usaha mikro dan kecil berkembang pesat dan memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian kota.
Kepala Bidang Penanaman Modal Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bontang, Karel, mengungkapkan meskipun tidak ada investasi besar yang masuk pada 2023 hingga 2024, usaha kecil dan mikro menjadi pilihan utama bagi para pelaku ekonomi lokal.
“Pada tahun lalu, tidak ada investor besar yang masuk. Namun, usaha kecil dan mikro mengalami peningkatan yang signifikan,” ungkap Karel, Selasa (18/3/2025), saat disambangi di ruangannya.
Tren ini tampak jelas di berbagai sektor, dengan fokus utama pada perdagangan makanan dan minuman, seperti kafe, warung makan, dan toko kelontong. Selain itu, sektor ritel juga menunjukkan geliat positif, seiring dengan meningkatnya jumlah tenant yang menyewa ruang di Bontang City Mall.
“Banyak pelaku usaha yang membuka bisnis butik, usaha jahit, hingga kerajinan tangan. Sektor ini menjadi sangat diminati masyarakat,” tambah Karel.
Sektor usaha mikro di Bontang mayoritas dikelola oleh pengusaha lokal. Usaha mikro di sini memiliki modal kurang dari Rp100 juta, sementara usaha kecil beroperasi dengan modal antara Rp100 juta hingga Rp5 miliar.
Menurut Karel, meskipun skala usaha tersebut kecil, dampaknya sangat besar bagi perekonomian lokal. “Dengan jumlah yang banyak, usaha-usaha kecil ini memberikan kontribusi signifikan terhadap ekonomi Bontang,” paparnya.
Keberhasilan sektor mikro ini mencerminkan adanya perubahan dalam pola pikir masyarakat Bontang yang kini lebih berani berwirausaha. Kondisi ini juga membuka peluang lebih luas bagi mereka yang ingin terjun ke dunia bisnis dengan modal terbatas.
“Kami optimis sektor mikro akan terus berkembang, karena peluangnya masih sangat terbuka lebar, terutama bagi mereka yang ingin memulai usaha dengan dana terbatas,” tutup Karel. #
Reporter: Nur | Editor: Wong | ADV
Comments are closed.