BeritaKaltim.Co

Bubuhan Wartawan Legend Berbagi Takjil di Balikpapan

BERITAKALTIM.CO – Sebuah komunitas bernama “Wartawan Legend” melakukan aksi Berbagi Takjil, Rabu (26/3/25) sore sekitar pukul 17.30 Wita, di sudut simpang BC atau yang biasa disebut perempatan Klandasan-Gunung Sari, Balikpapan. Sebanyak 700 kotak berisi kue, air minum dan kurma disebar untuk warga yang akan berbuka puasa.

Pembagian takjil ini tidak memilah, diberikan pada warga yang menginginkan. Mereka adalah pejalan kaki dan pengendara sepeda motor.

Seorang warga dengan jaket Gojek, yang menghampiri tim pelaksana, menjadi perdana pembagian takjil. Selanjutnya karyawan di sekitar lokasi berbagi, juga turut menghampiri. Pengendara yang melintas termasuk supir angkot dan penumpangnya, turut menjadi sasaran berbagi penganan berbuka ini.

Alhasil tak sampai sejam, kegiatan Berbagi Takjil ini tuntas. Bahkan ketika tim pelaksana sudah menyingkir dari tepi jalan, ternyata masih ada warga yang menghampiri untuk mendapat takjil dalam kotak kemasan. Tak tega kepada warga yang datang tapi kembali dengan tangan hampa karena kehabisan, para panitia akhirnya merelakan takjil mereka sendiri yang memang disiapkan untuk berbuka puasa.

Alhamdulillah kegiatan ini mendapat respon positif dari warga. Semoga dapat bermanfaat. Mohon maaf jika ada warga yang terpaksa kami tolak karena bolak-balik minta kotakan. Maksud kami, biar pembagian lebih merata,” kata Ani, Korlap Berbagi Takjil Wartawan Legend.

Baiknya dari kegiatan sore tadi, selepas pembagian takjil dari tim Wartawan Legend, kelompok masyarakat lain juga melakukan aksi Berbagi Takjil di lokasi yang sama. Seperti estafet, aksi berbagi pun berlanjut.

“Wartawan Legend” adalah sebuah komunitas para jurnalis senior dan para mantan jurnalis yang terkumpul dalam sebuah WhatsApp Grup. Mereka diantaranya para sepuh jurnalis yang pernah bertugas mulai era 1970-an dan seterusnya.

Diantaranya terdapat nama-nama wartawan terkenal di Kaltim seperti Rizal Effendi, Maman Saputra, Haris Syamtah, Sjarifuddin ‘Jenderal’, Syafruddin Pernyata, Hamdani, Sjafril Teha Noor, Agung Sakti Pribadi, M Asran, Sofyan Maskur, Sumurung B Silaban, dan masih banyak lagi.

Sebagian sudah tidak menggeluti dunia jurnalistik, tapi tetap menaruh perhatian yang kuat atas perkembangan media dengan kebebasan pers. #

Editor: Wong

 

Comments are closed.