BeritaKaltim.Co

Lonjakan Wisatawan Capai 480.626 Saat Liburan Idul Fitri

BERITAKALTIM.CO – Kalimantan Timur (Kaltim) menjadi pusat perhatian di sektor pariwisata selama liburan panjang Hari Raya Idul Fitri 2025. Data yang dihimpun oleh Dinas Pariwisata Kaltim menunjukkan lonjakan signifikan.

Kunjungan wisatawan baik dari dalam negeri (wisnus) maupun mancanegara (wisman) pada periode 1 hingga 7 April 2025. Dalam kurun waktu tersebut, tercatat sekitar 480.626 orang mengunjungi berbagai destinasi wisata di Kaltim.

Beberapa destinasi wisata unggulan di Kaltim berhasil menarik ribuan pengunjung. Di kota Samarinda, Jungle Waterworld menjadi salah satu destinasi dengan jumlah kunjungan terbesar, sementara di Balikpapan, Pantai Manggar Segara Sari menyambut ribuan wisatawan yang ingin menikmati suasana pantai yang indah.

Tidak hanya itu, wilayah lainnya seperti Pantai Ambalat Samboja di Kutai Kartanegara, Air Terjun Jantur Mapan di Kutai Barat, dan Kemilau Laut Pondong di Paser juga mengalami lonjakan kunjungan yang signifikan.

Tidak ketinggalan Beras Basah yang berada di Bontang, Kutai timur yang menawarkan Embung Wisata Banyu Langit serta Berau yang terkenal dengan wisata Air Panas Asin Pamapak.

Destinasi-destinasi ini dipilih oleh wisatawan karena keindahan alamnya yang memukau dan akses yang relatif mudah dijangkau.

Menurut Restiawan Baihaqi, Kepala Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur, sektor pariwisata Kaltim mengalami perkembangan yang menggembirakan meskipun masih ada ketimpangan di beberapa daerah.

“Sektor pariwisata Kaltim menunjukkan perkembangan positif meski lonjakan kunjungan belum merata di semua daerah. Kota-kota besar seperti Samarinda dan Balikpapan menjadi pusat perhatian, namun beberapa daerah lainnya memiliki potensi yang belum digali sepenuhnya,” ungkap Baihaqi, Kamis (10/4/2025).

Selain lonjakan jumlah kunjungan, sektor pariwisata juga memberikan dampak ekonomi yang cukup signifikan. Berdasarkan perkiraan perputaran uang, diperkirakan sekitar Rp48,062 miliar beredar selama periode liburan panjang ini,

“Perputaran Uang mencapai Rp48.062 miliar dengan asumsi rata-rata pengeluaran wisatawan sekitar Rp100.000 per orang,” jelasnya.

Restiawan Baihaqi berharap sektor pariwisata Kaltim dapat terus berkembang pesat. Pengembangan infrastruktur yang merata dan promosi yang lebih agresif diharapkan dapat mengoptimalkan potensi wisata di provinsi ini, serta menciptakan peluang lebih besar untuk mencapai target kunjungan yang lebih realistis di masa mendatang.

“Sektor pariwisata Kaltim sudah menunjukkan potensi besar. Dengan langkah-langkah strategis yang tepat, kami yakin Kaltim bisa menjadi destinasi wisata yang lebih menarik di tingkat nasional maupun internasional,” tambah Restiawan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, Ririn Sari Dewi, menyoroti beberapa tantangan yang harus segera diatasi.

“Meskipun terjadi lonjakan kunjungan, beberapa daerah yang memiliki potensi besar masih menghadapi masalah infrastruktur yang kurang memadai. Ini menyebabkan beberapa objek wisata di sana belum banyak dikunjungi wisatawan,” jelas Ririn.

Kepala Dinas Pariwisata Kaltim tersebut menegaskan bahwa untuk memastikan sektor pariwisata terus berkembang, pengembangan infrastruktur yang lebih merata dan promosi yang lebih luas sangat dibutuhkan.

“Aksesibilitas dan fasilitas pendukung seperti hotel, transportasi, serta amenitas (fasilitas yang disediakan untuk memenuhi kebutuhan wisatawan) atau pengunjung lainnya perlu ditingkatkan, terutama di daerah-daerah yang belum tergarap dengan maksimal. Hal ini akan membantu meningkatkan daya tarik destinasi wisata yang ada,” ujar Ririn Sari Dewi.

Tidak hanya dari sisi infrastruktur, sektor akomodasi dan transportasi juga terpengaruh dengan tingginya angka kunjungan. Hotel-hotel di kota besar seperti Balikpapan dan Samarinda terisi penuh, begitu juga dengan transportasi udara dan darat yang semakin padat.

“Banyaknya wisatawan yang datang ke Kaltim untuk merayakan Idul Fitri dan berlibur menjadikan sektor ini semakin berkembang,” pungkas Ririn Sari Dewi.#

Reporter: Yani|Editor: Hoesin KH

Comments are closed.