BERITAKALTIM.CO- Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan harus menyediakan anggaran sebesar Rp 3,4 sampai 3,6 Miliar, untuk menggandeng sekolah swasta dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2025/2026.
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Balikpapan, Ganung Pratikno mengatakan pemkot akan menanggung dua anggaran pokok yang biasa dibebankan kepada masyarakat, jika mendaftarkan ke sekolah swasta yaitu uang pangkal atau uang gedung dan uang SPP.
“Kalau dari itungan awal kami, pemerintah harus menyediakan Rp 3,4 sampai 3,6 Miliar. Saya pikir anggaran seperti itu bisa dibijaksanakan oleh Bapak Wali Kota, tapi tentunya kami dari Dinas Pendidikan harus membuat regulasi, dalam hal ini surat keputusan Wali Kota tentang hal itu sebagai dasar kebijakan kami melaksanakan itu,” jelasnya kepada media.
Dengan keterlibatan sekolah swasta ini, katanya banyak hal yang didapatkan yaitu edukasi kepada masyarakat bahwa pada satuan pendidikan swasta pun, pemerintah juga hadir secara utuh. Kemudian, pemerintah memberikan peluang.
“Jadi jangan pernah ada stigma, kalau pemerintah bangun sekolah terus, nanti yang swasta mati dong. Jangan pernah seperti itu, masih ada langkah-langkah yang luar biasa yang dilakukan pemerintah kota salah satunya menggandeng sekolah swasta pada SPMB Tahun 2025-2026,” ucap Ganung.
Kebijakan pemerintah kota Balikpapan sesuai dengan petunjuk teknis Permendikdasmen Nomor 3 tahun 2025, bahwa untuk mengatasi jumlah pendaftar yang mungkin tidak ditampung disekolah negeri, maka pemerintah daerah bisa menggandeng sekolah swasta.
“Sudah ada identifikasi yang kami lakukan sebagai panitia teknis, bahwa ada 13 sekolah yang akan ikut berperan dalam SPMB tahun ajaran 2025-2026,” terangnya.
Adapun 13 sekolah ini tersebar di beberapa rayon, sehingga tidak hanya di Rayon 1. Ganung mencontohkan Rayon 1 ada SMPN 1, SMPN 2, SMPN 12 dan SMPN 7 dan pemerintah melibatkan se
kolah swasta pada rayon tersebut yakni SMP Al Hasan, SMP SP dan SMP YPI. Konsekuensi digandengnya sekolah swasta ini adalah proses pembiayaan, karena semua yang ada di dalam sistem SPMB Kota Balikpapan tidak boleh ada pembiayaan
“Mau tidak mau, suka enggak suka konsekuensi kita, untuk memberikan kontribusi pembiayaan itu di mana pembiayaan itu meliputi uang pangkal atau uang gedung dan uang SPP. Itu akan kita biaya secara penuh,” katanya. #
Reporter: Niken | Editor: Wong
Comments are closed.