BERITAKALTIM.CO – Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalimantan Timur, Bambang Arwanto, menyebut upaya penurunan emisi di Kalimantan Timur terus diarahkan sejalan dengan Rencana Umum Energi Daerah (RUED) Tahun 2025 Provinsi Kalimantan Timur.
Menurut Bambang, RUED Kaltim memproyeksikan pengurangan emisi melalui dua skenario, yakni Skenario Kebijakan Energi Nasional (KEN) dan skenario Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD).
“Berdasarkan skenario KEN, emisi masih meningkat sebesar 7,15 juta ton CO2 hingga tahun 2040. Namun setelah itu diproyeksikan menurun secara signifikan hingga mencapai 14,4 juta ton CO2 pada tahun 2060,” ujarnya pada saat dikunjungi di kantornya, Rabu (13/5/2026).
Sementara itu, pada skenario RPJPD, emisi diperkirakan meningkat hingga tahun 2034 sebesar 1,2 juta ton CO2 sebelum akhirnya turun signifikan pada tahun 2060 hingga mencapai 19,2 juta ton CO2.
Bambang menilai, dari dua skenario tersebut, skenario KEN masih dianggap paling realistis untuk diterapkan saat ini. Hal tersebut karena proses transformasi energi di daerah belum sepenuhnya dilakukan secara bersama oleh seluruh pemangku kepentingan.
“Belum semua stakeholder bertransformasi secara bersama dan dukungan pendanaan untuk pelaksanaan transisi energi juga masih terbatas,” katanya.
Ia menjelaskan, terdapat sejumlah langkah mitigasi yang dinilai mampu memberikan kontribusi besar terhadap penurunan emisi di Kalimantan Timur upaya tersebut meliputi pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT), penggunaan teknologi rendah karbon, reklamasi lahan, serta penguatan konservasi energi.
Menurutnya, keberhasilan transisi energi tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga memerlukan dukungan dunia usaha, masyarakat, hingga lembaga pendanaan agar target penurunan emisi jangka panjang dapat tercapai.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, lanjut Bambang, terus mendorong pengembangan energi ramah lingkungan sebagai bagian dari komitmen daerah dalam mendukung target nasional penurunan emisi dan pembangunan berkelanjutan.
SANDI | WONG
Comments are closed.